A A A A A


Pencarian

Matius 9:15
Lalu Yesus menjawab dengan memberikan contoh yang menunjukkan persamaan, “Pasti tidak ada tamu-tamu dalam suatu pesta pernikahan disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa. Tetapi coba kalian pikir apa yang akan terjadi kalau pengantin laki-laki ditangkap oleh yang memusuhi-Nya. Hal itulah yang akan terjadi kepada-Ku, dan pada waktu itulah murid-murid-Ku akan berpuasa.”


Matius 19:5
Dan Allah juga berkata, ‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan seorang laki-laki selalu meninggalkan ibu-bapaknya dan dipersatukan dengan seorang perempuan — sehingga mereka berdua menjadi satu.’


Matius 19:6
Dengan demikian, di mata Allah suami-istri bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan, tidak boleh diceraikan oleh manusia.”


Matius 19:10
Lalu kami murid-murid Yesus berkata kepada-Nya, “Kalau hubungan pernikahan suami-istri tidak boleh diceraikan dengan yang seperti itu, lebih baik tidak usah mencari pasangan hidup dan hidup membujang saja!”


Matius 22:2
“Tentang siapa terpilih menjadi warga negara kerajaan Allah, hal itu bisa digambarkan seperti seorang raja yang mengadakan pesta pernikahan untuk putranya.


Matius 22:4
“Sekali lagi raja itu menyuruh hamba-hambanya yang lain, ‘Katakanlah kepada para undanganku itu bahwa semua makanan pesta sudah siap. Sapi jantan dan anak sapi yang gemuk sudah banyak dipotong, dan segala sesuatu sudah tersedia. Mari datang ke pesta pernikahan ini!’


Matius 22:8
“Kemudian raja itu berkata lagi kepada para hambanya, ‘Pesta pernikahan sudah siap, tetapi orang-orang yang sudah saya undang itu memang tidak layak diundang.


Matius 22:9
Jadi pergilah ke jalan-jalan besar dan undanglah semua orang yang kalian jumpai di situ supaya mereka menghadiri pesta pernikahan ini.’


Matius 22:11
“Tetapi ketika raja itu masuk melihat para tamunya yang sedang duduk di situ, dia melihat ada seorang tamu yang tidak memakai pakaian seragam yang disediakan raja bagi para tamu pesta pernikahan itu.


Matius 25:1
“Pada waktu Aku — Anak Manusia, datang kembali dan disambut sebagai Raja di dunia ini, kejadiannya bisa digambarkan seperti dalam cerita ini: Pada suatu hari ada pesta pernikahan dan diadakan pada malam hari. Ada sepuluh orang gadis yang bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan itu, dan masing-masing membawa pelitanya dan pergi menyambut pengantin laki-laki.


Matius 25:10
“Selagi mereka pergi membeli minyak, pengantin laki-laki pun tiba. Dan kelima gadis bijak yang sudah siap sedia itu ikut masuk bersama dia ke tempat pesta pernikahan. Lalu pintunya dikunci.


Markus 2:19
Yesus menjawab dengan memberikan contoh yang menunjukkan persamaan, “Pasti tidak ada tamu-tamu dalam suatu pesta pernikahan disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa.


Markus 10:7
‘Oleh karena itulah, dalam pernikahan seorang laki-laki selalu meninggalkan ibu-bapaknya dan dipersatukan dengan seorang calon istrinya —


Markus 10:9
Karena itu suami-istri yang sudah dipersatukan Allah dalam pernikahan, tidak boleh diceraikan oleh manusia.”


Lukas 2:36
[36-37] Di situ juga ada nabi perempuan yang bernama Hana — anak Fanuel dari suku Asyer. Hana adalah janda yang sudah tua sekali — berumur delapan puluh empat tahun. Waktu usia pernikahannya hanya tujuh tahun, suaminya mati. Sesudah itu Hana hampir selalu berada di teras Rumah Allah. Siang dan malam dia beribadah di sana sambil berdoa dan berpuasa.


Lukas 5:34
Yesus menjawab dengan memberikan contoh yang menunjukkan persamaan, “Pasti tidak ada tamu-tamu dalam suatu pesta pernikahan disuruh berpuasa selama pengantin laki-laki masih ada bersama mereka! Begitu juga selama Aku masih bersama murid-murid-Ku, mereka tidak akan berpuasa.


Lukas 12:35
[ 35-36 ] “Hendaklah kalian selalu siap sedia melayani Allah! Hendaklah kalian seperti para hamba yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta pernikahan. Siang dan malam, mereka selalu siap sedia menyambut dia dengan lampu-lampu yang tetap menyala. Dengan begitu, ketika tuan itu pulang dan mengetuk pintu, mereka siap dan segera membukakan pintu baginya.


Lukas 14:8
“Ketika seseorang mengundang kamu ke pesta pernikahan, janganlah kamu duduk di tempat yang terhormat. Karena ada kemungkinan tuan rumah sudah mengundang seseorang yang lebih terhormat daripadamu.


Lukas 14:10
“Tetapi ketika kamu diundang ke pesta pernikahan, duduklah di tempat yang jauh dari tempat terhormat. Sehingga orang yang mengundangmu mungkin akan datang dan berkata kepadamu, ‘Sobat, duduklah di tempat yang lebih terhormat!’ Dengan begitu kamu akan mendapat penghormatan di depan semua orang yang hadir di situ.


Yohanes 2:1
Dua hari kemudian ada pesta pernikahan di kampung Kana, di daerah Galilea, dan ibu Yesus hadir dalam pesta itu.


Yohanes 3:29
Yesus dan saya mempunyai hubungan seperti pengantin laki-laki dan sahabatnya. Waktu pernikahan, pengantin perempuan akan diantar ke rumah pengantin laki-laki. Sahabat pengantin laki-laki itu menyaksikan hal itu dan turut merasakan kegembiraannya. Demikian juga, saya merasa sangat gembira atas semua yang Allah berikan kepada Yesus sekarang.


Roma 7:2
Seperti seorang perempuan yang sudah menikah: Dia harus hidup bersama dengan suaminya selama suaminya itu masih hidup. Tetapi kalau suaminya mati, dia bebas dari peraturan pernikahan yang ada dalam Hukum Taurat.


Roma 7:3
Kalau perempuan itu kawin atau berhubungan seks dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, peraturan itu mengatakan bahwa dia berzina. Kalau suaminya mati, dia menjadi bebas dari peraturan pernikahan itu. Jadi, kalau perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sesudah suaminya meninggal, dia tidak berzina.


Roma 7:6
Dahulu, kita terikat kepada Hukum Taurat seperti dalam ikatan pernikahan. Tetapi sekarang, kita dibebaskan dari Hukum Taurat karena kita sudah menganggap diri kita mati. Jadi, bukan lagi ikatan Hukum Taurat itu yang mengatur kita! Melainkan sekarang kita melayani Allah dengan cara baru menurut Roh Kudus — bukan dengan cara lama menurut peraturan-peraturan yang tertulis.


1 Korintus 6:16
Karena Firman Tuhan berkata, “Dalam pernikahan seorang laki-laki dipersatukan dengan seorang calon istrinya — sehingga mereka berdua menjadi satu.” Jadi kamu harus tahu bahwa siapa yang bersetubuh dengan pelacur, berarti dia menjadi satu tubuh dengan pelacur itu.


2 Korintus 11:2
Sebelum saya menyampaikan hal itu, perlu saya beritahukan bahwa Allah menghendaki saya untuk terus menjaga kalian dengan ketat supaya kalian tetap setia kepada Kristus. Karena Kristus menganggap seluruh kesatuan jemaat seperti calon istri-Nya. Jadi saya yang sudah mempertunangkan kalian dengan Kristus seperti seorang perawan yang ditunangkan dengan calon suaminya. Jadi saya seperti bapak yang menjaga anak gadisnya supaya tetap setia kepada calon suaminya sampai pada hari pernikahannya.


Ef 5:31
Hal itu sesuai dengan yang tertulis dalam Kitab Suci, “Dalam pernikahan, seorang laki-laki selalu meninggalkan ibu-bapaknya dan dipersatukan dengan seorang calon istrinya — sehingga mereka berdua menjadi satu.”


Ibrani 13:4
Hendaklah kita semua menghargai hubungan pernikahan kita masing-masing sebagai sesuatu yang kudus, dan hendaklah hubungan suami-istri dijaga supaya tetap murni. Karena Allah akan menghukum setiap orang yang berbuat cabul atau zina.


Wahyu 19:7
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai! Marilah kita memuliakan Allah karena hari pernikahan Dia yang disebut Anak Domba sudah tiba! Dan pengantin perempuan-Nya sudah mempersiapkan dirinya.


Wahyu 19:9
Kemudian malaikat yang menunjukkan semua hal itu kepada saya menyuruh saya, “Tuliskanlah ini: Sungguh diberkati Allah semua orang yang diundang ke pesta pernikahan Anak Domba!” Lalu dia berkata lagi kepada saya, “Itulah perkataan yang benar dari Allah!”


Wahyu 21:2
Kemudian saya melihat kota kudus Allah — yaitu Yerusalem baru, sementara Allah sedang turunkan dari surga. Kota itu indah sekali. Keindahannya bisa digambarkan seperti pengantin perempuan yang sudah berdandan pada waktu pernikahannya dengan pengantin laki-laki.


Indonesian Bible (TSI) 2013
Yayasan Alkitab BahasaKita