Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005

Lukas 12

1

[Jangan Meniru Orang Farisi] Ketika ribuan orang berkumpul, mereka sempat saling menginjak. Sebelum Yesus berbicara kepada orang banyak, Ia berbicara kepada murid-murid-Nya, kata-Nya, “Hati-hatilah terhadap ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan mereka.

2

Semua yang tertutup akan dibuka. Dan semua yang tersembunyi akan diumumkan.

3

Sebab itu, semua yang kamu katakan di dalam gelap, akan dikatakan di dalam terang. Apa yang kamu bisikkan di dalam kamar, akan diumumkan dari atas rumah.”

4

[Takutlah Hanya kepada Allah] “Aku katakan kepada kamu, teman-teman-Ku, janganlah takut kepada orang yang membunuh tubuh. Sesudah itu tidak ada lagi yang dapat mereka perbuat terhadap kamu.

5

Akan Kutunjukkan kepada kamu siapa yang harus kamu takuti: Kamu harus takut kepada Allah yang mempunyai kuasa untuk membunuh dan memasukkan kamu ke dalam neraka. Ya, Aku berkata kepada kamu, Dialah yang harus kamu takuti.

6

Lima burung pipit jika dijual hanya seharga beberapa rupiah saja. Namun, tidak seekor pun yang dilupakan Allah.

7

Bahkan rambut di kepalamu pun diketahui Allah jumlahnya. Jangan takut! Kamu jauh lebih berharga daripada sekian banyak burung pipit.”

8

[Jangan Merasa Malu karena Yesus] “Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mengakui Aku di depan orang lain, maka Anak Manusia juga mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah,

9

tetapi orang yang menyangkal Aku di depan orang lain, akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

10

Jika ada orang yang berbicara melawan Anak Manusia, dia dapat diampuni, tetapi orang yang mengatakan hal-hal yang jahat melawan Roh Kudus tidak akan diampuni.

11

Jika kamu diseret ke rumah pertemuan, atau ke hadapan pemimpin-pemimpin atau orang penting lainnya, jangan khawatir. Jangan berpikir tentang yang harus kamu katakan untuk membela diri.

12

Pada saat itu Roh Kudus akan mengajar tentang yang harus kamu katakan.”

13

[Jangan Mementingkan Diri Sendiri] Seorang di antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, katakanlah kepada saudaraku untuk membagi warisan dengan aku.”

14

Ia berkata kepadanya, “Hai Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah di antara kamu?”

15

Ia menjelaskan kepada mereka, “Jagalah dirimu dari segala macam keserakahan. Hidup orang tidak bergantung pada banyaknya harta yang dimilikinya.”

16

Kemudian Dia menceritakan sebuah perumpamaan, “Ada seorang yang kaya, tanahnya memberi hasil yang banyak.

17

Orang itu berpikir-pikir lalu mengatakan, ‘Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mempunyai tempat untuk menyimpan semua hasil panen.’

18

Dan katanya, ‘Aku tahu yang akan kulakukan. Aku akan membongkar lumbung-lumbungku dan akan kubangun yang lebih besar dan menyimpan semua hasil panen dan barangku di dalam lumbung baruku.

19

Dan kukatakan kepada diriku bahwa aku sudah mempunyai banyak persediaan, cukup untuk bertahun-tahun. Tenanglah, makan, minum, dan bersenang-senanglah.’

20

Allah berkata kepada orang itu, ‘Orang bodoh, malam ini juga engkau akan mati, untuk siapa nanti barang yang kausimpan itu?’

21

Demikianlah yang terjadi pada orang yang menyimpan harta bagi dirinya, ia tidak kaya di hadapan Allah.”

22

[Kerajaan Allah Harus yang Terutama] Kemudian Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sebab itu, Aku berkata kepadamu, jangan khawatir tentang hidupmu, tentang yang akan kamu makan. Jangan khawatir tentang tubuhmu, tentang yang akan kamu pakai.

23

Hidup lebih penting daripada makanan. Dan tubuhmu lebih penting daripada pakaian.

24

Coba lihat burung gagak, yang tidak menabur atau menuai. Juga tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun Allah memberi makanan. Kamu jauh lebih berharga daripada burung.

25

Siapa di antara kamu dapat memperpanjang sedikit saja hidupnya karena khawatir?

26

Jika kamu tidak dapat melakukan yang sedikit saja pun, mengapa mau mengkhawatirkan yang selebihnya?

27

Perhatikanlah bagaimana bunga liar tumbuh, yang tidak bekerja keras dan juga tidak bertenun, Aku berkata kepadamu, bahwa Salomo pun, raja yang besar dan kaya itu tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

28

Allah mendandani rumput di ladang begitu indah. Padahal rumput itu hanya indah sehari saja, lalu besoknya akan dibuang ke dalam api. Jadi, ketahuilah, bahwa Allah akan memberikan pakaian kepada kamu lebih indah daripada itu. Janganlah terlalu kecil imanmu.

29

Jangan pikirkan tentang yang akan kamu makan atau minum. Jangan cemaskan hal-hal itu.

30

Semua bangsa yang tidak beriman mengejar hal-hal itu, tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

31

Carilah dahulu Kerajaan Allah, dan semua yang lain yang kamu butuhkan akan diberikan kepadamu.”

32

[Jangan Percaya pada Uang] “Jangan takut, hai kawanan domba yang kecil. Bapamu dengan senang hati telah memberi Kerajaan-Nya kepadamu.

33

Juallah milikmu dan berikan sedekah kepada orang miskin. Persiapkanlah dompet yang tidak dapat menjadi tua, yaitu harta yang tidak habis-habisnya di surga. Pencuri tidak dapat mencurinya dan ngengat tidak dapat memakannya.

34

Di mana hartamu berada, di sanalah juga hatimu berada.”

35

[Bersiap-siaplah Selalu] “Siap sedialah! Haruslah lampu-lampumu tetap menyala.

36

Jadilah seperti hamba-hamba yang sedang menunggu tuannya kembali dari pesta pernikahan. Bila ia pulang dan mengetuk pintu, mereka segera membuka pintu baginya.

37

Betapa bahagianya hamba-hamba seperti itu. Tuan mereka akan mendapati mereka bangun dan siap apabila ia datang. Yakinlah, tuan itu akan mengikat pinggangnya untuk melayani. Ia akan menyuruh hamba-hambanya duduk di meja makan dan dia akan melayani mereka.

38

Bila ia mendapati mereka siap sedia seperti itu, entah jam berapa pun dia datang, mereka pasti sangat berbahagia.

39

Ketahuilah, jika tuan rumah tahu jam berapa pencuri datang, dia tidak membiarkan pencuri masuk ke rumah.

40

Kamu juga harus bersiap-siap sebab Anak Manusia akan datang pada saat yang kamu tidak duga.”

41

[Siapa Hamba yang bisa Dipercaya?] Petrus bertanya, “Tuhan, apakah Engkau menceritakan perumpamaan ini hanya kepada kami atau kepada semua orang?”

42

Tuhan mengatakan, “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana? Dialah yang akan diangkat oleh tuannya untuk mengurus rumah tangganya, memberi makan hamba-hamba yang lain pada waktunya.

43

Betapa bahagianya hamba yang didapati tuannya ketika melakukan yang demikian waktu ia pulang.

44

Aku berkata kepadamu, tuan itu akan membuat dia mengurus semua miliknya.

45

Apa yang akan terjadi bila hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, bahwa tuannya masih lama lagi baru pulang? Hamba itu mulai memukul hamba-hamba yang lain, laki-laki maupun perempuan. Dia makan dan minum-minum sampai mabuk.

46

Tiba-tiba tuannya pulang pada waktu yang tidak diketahui dan tidak diduganya. Ia akan dihukum berat dan ditempatkan senasib dengan orang yang tidak setia.

47

Hamba yang mengetahui kehendak tuannya dan tidak bersiap-siap, atau hamba itu tidak mengikuti kemauan tuannya akan dipukul berkali-kali.

48

Seandainya hamba itu tidak tahu kemauan tuannya dan dia melakukan sesuatu sampai ia dihukum, ia akan mendapat hukuman yang ringan. Kepada orang yang diberi banyak, akan mempertanggungjawabkan lebih banyak. Dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, akan dituntut lebih banyak lagi dari dia.”

49

[Berselisih Paham karena Yesus] “Aku datang untuk menyalakan api di dunia ini. Aku ingin api itu sudah menyala.

50

Aku harus mengalami baptisan yang lain. Aku merasa susah sampai hal itu terlaksana.

51

Apakah kamu menyangka bahwa Aku datang membawa damai ke dunia ini? Tidak, Aku datang membuat pertentangan dunia.

52

Mulai sekarang jika ada lima orang dalam suatu keluarga, mereka akan bertentangan. Tiga orang akan melawan dua orang dan dua orang akan melawan tiga orang.

53

Ayah dan anak laki-laki akan saling bertentangan: Anak laki-laki akan melawan ayahnya. Ayah akan melawan anaknya laki-laki. Ibu dan putrinya akan saling bertentangan: Anak perempuan akan melawan ibunya. Ibu akan melawan putrinya. Ibu dan menantunya perempuan akan saling bertentangan: Menantu perempuan akan melawan ibu mertuanya. Ibu mertua akan melawan menantunya perempuan.”

54

[Mengerti Keadaan Zaman] Yesus berkata kepada nabi-nabi, “Apabila kamu melihat awan datang di sebelah barat, kamu segera mengatakan, ‘Oh, segera akan hujan,’ dan itulah yang terjadi.

55

Dan bila angin bertiup dari selatan, kamu mengatakan, ‘Hari ini akan panas terik,’ dan itu yang terjadi.

56

Kamu orang munafik. Kamu tahu membaca keadaan bumi dan langit, tetapi mengapa kamu tidak dapat membaca keadaan zaman ini?”

57

[Selesaikan Masalahmu] “Mengapa kamu sendiri tidak bisa menilai apa yang benar?

58

Seandainya ada orang yang mengadukan kamu, lalu kamu pergi ke pengadilan dengan dia untuk menyelesaikan masalahmu. Usahakanlah menyelesaikannya selama di perjalanan. Jika kamu tidak menyelesaikannya, mungkin dia akan menyeretmu kepada hakim. Dan hakim akan menyerahkan kamu ke penjara.

59

Ingatlah, engkau tidak akan keluar dari sana sampai engkau membayar seluruh utangmu.”

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin