A A A A A
Facebook Instagram Twitter
Alkitab Indonesia (BPJ)

Wahyu 18



1
[Babel jatuh] Setelah itu saya melihat seorang malaikat lain turun dari surga. Ia mempunyai kekuasaan yang besar dan ia bercahaya sehingga seluruh bumi menjadi terang karena cahayanya.
2
Malaikat itu berseru dengan keras, “Sudah jatuh! Babel, kota besar itu sudah jatuh! Sekarang ia menjadi tempat tinggal yang dihantui roh-roh jahat. Segala macam burung yang najis dan yang dibenci orang tinggal di situ.
3
Sebab, segala bangsa sudah minum anggurnya, yaitu nafsunya untuk berbuat cabul. Raja-raja di dunia berbuat cabul dengan dia dan pedagang-pedagang di bumi menjadi kaya oleh nafsunya yang tidak bisa ditahan itu.”
4
Lalu saya mendengar suara lain dari surga, berkata, “Hai umat-Ku, keluarlah dari kota Babel! Janganlah kalian mengikuti dosa-dosanya dan turut menanggung hukumannya.
5
Dosanya sudah bertumpuk-tumpuk sampai ke langit. Allah ingat akan perbuatan-perbuatan jahatnya.
6
Kalian boleh memperlakukan dia seperti ia memperlakukan kalian dulu. Balaslah perbuatannya itu dua kali lipat. Isilah mangkuknya dengan minuman yang dua kali lebih keras daripada minuman yang diberikannya untuk kalian.
7
Buatlah penderitaan dan kesedihannya sama besar dengan keagungan dan kemewahan yang diberikan kepada dirinya sendiri, sebab ia selalu berkata kepada dirinya sendiri, ‘Aku ini seorang ratu yang memerintah! Aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah bersedih!’
8
Oleh karena itu, dalam satu hari saja berbagai bencana akan menimpanya. Ia akan diserang penyakit, ditimpa kesedihan, dan kelaparan. Ia akan dibakar dengan api sampai hangus, sebab yang mengadili Dia adalah Tuhan Allah yang berkuasa. ”
9
Semua raja yang sudah berbuat cabul, dan menikmati kemewahan, akan menangisi kota itu pada waktu mereka melihat asap mengepul dari api yang membakarnya.
10
Mereka akan berdiri jauh dari kota itu, sebab mereka takut menderita juga. Mereka berkata, “Alangkah malangnya kota yang besar dan terkenal itu! Alangkah malangnya Babel yang kuat itu! Hukuman dijatuhkan kepadanya hanya dalam satu jam.”
11
Pedagang-pedagang di bumi juga menangis dan berkabung karena perempuan itu. Tidak ada lagi orang yang membeli barang-barang dagangan mereka.
12
Tidak ada lagi orang yang membeli emas, perak, permata, mutiara, kain lenan, kain ungu, kain sutera, kain merah tua, kayu-kayu yang jarang ada, barang-barang dari gading, barang-barang dari kayu mahal, tembaga, besi, pualam.
13
Tidak ada juga yang membeli kayu manis, rempah-remah, setanggi, mur, kemenyan, anggur, minyak, tepung, gandum, sapi, domba, kuda, kereta, budak-budak, bahkan nyawa manusia.
14
Pedagang-pedagang itu berkata begini kepada perempuan itu, “Semua yang ingin engkau punyai sudah tidak ada lagi. Kemewahan dan keindahanmu sudah hilang, dan engkau tidak akan pernah mendapatkannya lagi.”
15
Banyak pedagang sudah menjadi kaya karena berdagang di kota itu. Namun, ketika mereka melihat penderitaannya, mereka menjadi takut menderita juga. Mereka akan berdiri jauh-jauh sambil menangis dan meratap.
16
Mereka berkata, “Alangkah malangnya kota Babel yang terkenal itu. Biasanya ia memakai pakaian dari lenan, kain ungu dan kain merah tua, dan memakai perhiasan emas, permata, dan mutiara.
17
Namun, dalam satu jam saja semua kekayaannya itu hilang sama sekali.” Semua nakhoda, penumpang dan awak kapal, serta semua orang yang mencari nafkah di laut, berdiri jauh-jauh.
18
Pada waktu mereka melihat asap mengepul dari kota itu, mereka berteriak, “Tidak ada kota lain yang sama seperti kota yang besar ini.”
19
Mereka menghamburkan abu di kepala mereka sebagai tanda berkabung, lalu menangis dan berteriak-teriak, “Alangkah malangnya kota Babel yang terkenal itu. Kekayaannya sudah membuat semua orang yang mempunyai kapal-kapal laut menjadi kaya; tetapi dalam satu jam saja kota itu sudah hancur!”
20
Hai surga, bersukarialah karena kehancuran kota itu! Hai umat Allah, rasul-rasul, dan nabi-nabi, bergembiralah juga! Allah sudah membalaskan apa yang ia lakukan terhadap kalian.
21
Sesudah itu, seorang malaikat yang gagah mengambil sebuah batu sebesar batu penggiling yang besar. Ia melemparkan batu itu ke dalam laut, sambil berkata, “Beginilah kota Babel yang terkenal itu akan dilemparkan dengan keras. Karena itu, kota itu tidak akan pernah ada lagi.
22
Bunyi kecapi, suara penyanyi, bunyi seruling, dan bunyi terompet tidak akan terdengar lagi dari kota itu. Di situ juga tidak akan dijumpai lagi seorang pekerja yang ahli, dan tidak akan terdengar lagi suara penggilingan.
23
Orang tidak akan melihat lampu bersinar lagi; juga tidak akan terdengar keramaian pesta pernikahan. Pedagang-pedagangmu terkenal di dunia. Dengan memakai kuasa-kuasa gelap kamu menipu bangsa-bangsa di dunia!”
24
Babel dihukum sebab di dalamnya darah nabi-nabi, darah umat Allah, dan darah semua orang, sudah tertumpah.











Wahyu 18:1
Wahyu 18:2
Wahyu 18:3
Wahyu 18:4
Wahyu 18:5
Wahyu 18:6
Wahyu 18:7
Wahyu 18:8
Wahyu 18:9
Wahyu 18:10
Wahyu 18:11
Wahyu 18:12
Wahyu 18:13
Wahyu 18:14
Wahyu 18:15
Wahyu 18:16
Wahyu 18:17
Wahyu 18:18
Wahyu 18:19
Wahyu 18:20
Wahyu 18:21
Wahyu 18:22
Wahyu 18:23
Wahyu 18:24






Wahyu 1 / Wah 1
Wahyu 2 / Wah 2
Wahyu 3 / Wah 3
Wahyu 4 / Wah 4
Wahyu 5 / Wah 5
Wahyu 6 / Wah 6
Wahyu 7 / Wah 7
Wahyu 8 / Wah 8
Wahyu 9 / Wah 9
Wahyu 10 / Wah 10
Wahyu 11 / Wah 11
Wahyu 12 / Wah 12
Wahyu 13 / Wah 13
Wahyu 14 / Wah 14
Wahyu 15 / Wah 15
Wahyu 16 / Wah 16
Wahyu 17 / Wah 17
Wahyu 18 / Wah 18
Wahyu 19 / Wah 19
Wahyu 20 / Wah 20
Wahyu 21 / Wah 21
Wahyu 22 / Wah 22