A A A A A
Pengkhotbah 4
1
[Apakah Lebih Baik Mati?] Lagi aku melihat banyak orang yang ditindas. Aku melihat air mata mereka. Dan aku melihat tidak ada yang menghiburnya. Aku melihat orang lalim mempunyai kuasa. Dan aku melihat tidak ada yang menghibur orang yang disiksanya.
2
Aku menyimpulkan bahwa lebih baik orang yang sudah mati daripada orang yang masih hidup.
3
Bahkan lebih baik bagi mereka mati pada waktu kelahirannya, karena mereka tidak pernah melihat kejahatan yang terjadi di bumi.
Alkitab Indonesia 2005

1
Kemudian kuperhatikan lagi segala ketidakadilan yang terjadi di dunia ini. Orang-orang yang ditindas menangis dan tak ada yang mau menolong mereka. Tak seorang pun mau membantu, karena para penindas itu mempunyai kuasa yang besar.
2
Aku iri mengingat orang-orang yang sudah lama meninggal karena mereka lebih bahagia daripada orang-orang yang masih hidup.
3
Tetapi yang lebih berbahagia lagi ialah orang-orang yang belum lahir, sebab mereka belum melihat kejahatan yang dilakukan di dunia ini.
Alkitab Indonesia (BIS) 1985

1
Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan.
2
Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup.
3
Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari.
Alkitab Indonesia TB 1974

1
Setelah itu maka berbaliklah aku hendak melihat segala aniaya, yang dibuat di bawah langit; bahwasanya adalah air mata segala orang yang teraniaya itu, dan seorangpun tiada yang menghiburkan mereka itu; maka pada pihak segala penganiaya itu adalah kuasa, dan seorangpun tiada membalas jahat itu kepadanya.
2
Maka sebab itu akupun memuji hal segala orang mati, yang sudah putus nyawa itu, terlebih dari pada orang yang hidup, yang lagi hidup sampai sekarang.
3
Bahkan, dari pada keduanya itu baik pula orang yang belum jadi sekali, sebab belum pernah dilihatnya perbuatan jahat yang dilakukan di bawah langit.
Alkitab Indonesia (TL) 1954

1
Heug deui kami nenjo aya aniaya di kolong langit. Murubut cipanon jalma-jalma anu dikaniaya, mana taya pisan anu ngabelaan, kawantu anu nganiayana teh jelema-jelema anu nyarekel kakawasaan.
2
Kami jadi sirik ka nu enggeus mararaot, nu geus taya di kieuna, maranehna mah leuwih bagja ti batan anu harirup keneh.
3
Komo anu teu kungsi dijuru-jurukeun acan mah kacida baragjana teh, teu kungsi ngalaman kateuadilan di alam dunya.
Alkitab Suci