Alkitab dalam satu tahun


Desember 14


Daniel 5:1-31
1. [Tulisan pada Dinding] Raja Belsyazar mengadakan pesta besar untuk 1.000 pegawainya. Raja sedang minum anggur bersama mereka.
2. Ketika Belsyazar sedang minum anggurnya, ia memerintahkan pelayannya untuk membawa mangkuk-mangkuk emas dan perak. Mangkuk-mangkuk itu ialah yang diambil Nebukadnezar kakeknya dari Bait Tuhan di Yerusalem. Raja Belsyazar ingin agar semua pegawainya, istri-istrinya, dan gundik-gundiknya minum dari mangkuk itu.
3. Jadi, mereka membawa mangkuk-mangkuk emas yang diambil dari Bait Allah di Yerusalem, dan raja, pegawainya, istri-istri, dan gundik-gundiknya minum dari mangkuk itu.
4. Ketika mereka sedang minum, mereka memuji berhala mereka, yaitu patung-patung yang terbuat dari emas, perak, tembaga, besi, kayu, dan batu.
5. Tiba-tiba, tampak tangan seseorang dan mulai menulis pada dinding. Jari-jari itu menggoreskan kata-kata pada dinding. Tangan itu menulis pada dinding dalam rumah raja dekat kaki lampu. Raja memperhatikan tangan yang sedang menulis itu.
6. Raja Belsyazar sangat takut. Wajahnya pucat dan kakinya gemetar dan tidak dapat berdiri karena kakinya sangat lemah.
7. Raja menyuruh agar ahli nujum dan orang Kasdim dibawa kepadanya. Ia berkata kepada orang bijak itu, “Aku akan memberikan penghargaan kepada siapa saja yang dapat membaca tulisan itu dan menerangkan artinya. Aku memberikan pakaian ungu kepadanya untuk dipakai dan memasang rantai emas pada lehernya. Aku menjadikan dia orang ketiga memerintah di kerajaan ini.”
8. Jadi, semua orang bijak datang, tetapi mereka tidak dapat membaca tulisan itu dan tidak dapat mengerti maksudnya.
9. Pegawai Raja Belsyazar bingung, dan raja menjadi bertambah takut dan khawatir. Wajahnya pucat karena ketakutan.
10. Kemudian Ibunda Raja masuk ke ruangan di mana pesta diadakan. Dia mendengar suara raja dan pegawainya. Ia berkata, “Raja, semoga engkau hidup selamanya. Jangan takut! Jangan biarkan wajahmu pucat karena takut.
11. Di kerajaanmu ada seorang laki-laki yang memiliki roh allah yang kudus. Pada masa ayahmu, laki-laki itu menunjukkan bahwa ia mengerti hal yang rahasia. Ia menunjukkan bahwa ia sangat pintar dan bijak. Ia menunjukkan bahwa ia seperti allah dalam segala hal. Kakekmu, Raja Nebukadnezar, mengangkatnya menjadi kepala orang bijak. Ia memerintah atas semua ahli nujum dan orang Kasdim.
12. Orang yang kuceritakan itu bernama Daniel. Raja memberikan nama Beltsazar kepadanya. Ia sangat pintar dan mengetahui banyak hal. Ia dapat menerjemahkan mimpi, menerangkan rahasia, dan menjawab masalah yang sangat sulit. Panggilah Daniel, ia akan memberitahukan arti tulisan di dinding itu kepadamu.”
13. Jadi, mereka membawa Daniel kepada raja, dan raja bertanya, “Bukankah engkau Daniel, salah satu di antara tawanan yang dibawa ayahku raja dari Yehuda?
14. Aku telah mendengar bahwa roh allah ada padamu dan engkau mengerti rahasia dan sangat pintar serta sangat bijak.
15. Para orang bijak dan ahli nujum telah dibawa kepadaku untuk membaca tulisan yang ada pada dinding. Aku mau agar mereka menerangkan kepadaku arti tulisan itu, tetapi mereka tidak dapat menerangkannya kepadaku.
16. Aku telah mendengar bahwa engkau dapat menerangkan artinya, dan engkau dapat menemukan jawaban dari persoalan yang sangat berat. Jika engkau dapat membaca tulisan pada dinding itu dan menerangkan artinya kepadaku, inilah yang akan kulakukan kepadamu: Aku memberikan kepadamu pakaian ungu untuk dipakai dan memasang rantai emas di lehermu. Kemudian engkau menjadi orang ketiga memerintah di kerajaan ini.”
17. Kemudian Daniel menjawab raja, “Raja Belsyazar, engkau dapat menyimpan hadiahmu untuk dirimu sendiri, atau engkau dapat memberikannya kepada orang lain, tetapi aku tetap membaca tulisan yang ada pada dinding untukmu dan mengartikannya.
18. Raja, Allah Yang Mahatinggi menjadikan kakekmu Nebukadnezar raja yang besar dan sangat berkuasa dan memberikan kekayaan kepadanya.
19. Orang-orang dari banyak bangsa dan bahasa sangat takut kepada Nebukadnezar karena Allah Yang Mahatinggi menjadikannya raja yang sangat berkuasa. Nebukadnezar membunuh siapa saja yang diinginkannya dan membiarkan hidup siapa saja yang berkenan padanya. Jika ia ingin menjadikan orang penting, ia menjadikannya penting. Dan jika ia menginginkan orang jatuh, ia menjatuhkannya.
20. Nebukadnezar menjadi sombong dan keras kepala, maka kuasanya diambil dari dia. Mahkotanya diambil dan kemuliaannya hilang.
21. Kemudian Nebukadnezar diusir jauh dari masyarakat. Pikirannya menjadi seperti pikiran binatang. Ia hidup bersama keledai liar dan makan rumput seperti lembu. Ia menjadi basah karena embun. Hal itu terjadi padanya sampai ia mengetahui pelajaran itu. Kemudian dia tahu bahwa Allah Yang Mahatinggi memerintah atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa saja yang diinginkan-Nya.
22. Belsyazar, engkau juga sudah mengetahuinya. Engkau cucu Nebukadnezar, tetapi engkau tetap saja tidak membuat dirimu rendah hati.
23. Tidak, engkau tidak menjadi rendah hati. Malahan, engkau berbalik menentang Tuhan surgawi. Engkau menyuruh membawa mangkuk minuman dari Bait Tuhan untukmu dan engkau serta pegawai istanamu, istri-istrimu, dan gundik-gundikmu minum anggur dari mangkuk itu. Engkau memuji ilah-ilah perak, emas, tembaga, besi, kayu, dan batu. Itu bukan Allah yang sesungguhnya, tidak dapat melihat, atau mendengar, atau mengerti segala sesuatu, tetapi engkau tidak menghormati Allah yang berkuasa atas hidupmu dan semua yang kaulakukan.
24. Jadi, karena itu, Allah mengirim tangan-Nya menulis pada dinding.
25. Inilah kata-kata yang tertulis pada dinding itu: MENE, MENE, TEKEL, UPARSIN.
26. Inilah arti kata-kata itu: MENE: Allah telah menghitung hari-hari sampai kerajaanmu berakhir.
27. TEKEL: Engkau akan ditimbang pada timbangan, dan ternyata tidak cukup.
28. UPARSIN: Kerajaanmu akan diambil dari engkau. Kerajaanmu akan terbagi di antara orang Media dan Persia.”
29. Kemudian Belsyazar menyuruh mengenakan pakaian ungu kepada Daniel. Sebuah kalung emas dipakaikan pada lehernya, dan dia diangkat menjadi orang ketiga pemerintah di kerajaan itu.
30. Pada malam itu juga, Belsyazar, raja orang Babel telah dibunuh.
31. Seorang laki-laki yang bernama Darius orang Media menjadi raja yang baru. Darius berumur 62 tahun.

Daniel 6:1-28
1. [Daniel dan Singa] Darius menganggap adalah gagasan yang baik memilih seratus dua puluh wakil raja memerintah di seluruh kerajaannya.
2. Ia memilih tiga orang untuk mengepalai keseratus dua puluh wakil raja itu. Daniel merupakan salah satu dari ketiga pengawas itu. Raja memberikan tanggung jawab kepada mereka sehingga tidak seorang pun yang dapat menipunya dan dia tidak akan kehilangan apa-apa dalam kerajaannya.
3. Daniel menunjukkan bahwa dirinya lebih baik daripada pengawas lainnya. Ia melakukannya dengan tabiat yang baik dan kemampuan yang luar biasa. Raja sangat terkesan dengan Daniel sehingga ia berencana mengangkatnya memerintah atas seluruh kerajaan.
4. Namun, ketika pengawas yang lain dan wakil raja mendengar hal itu, mereka sangat cemburu. Mereka berusaha mencari alasan menuduh Daniel. Jadi, mereka mengawasi yang dilakukan Daniel, ketika melakukan pekerjaan di pemerintahan, tetapi mereka tidak menemukan kesalahan pada Daniel. Jadi, mereka tidak dapat menuduhnya karena kesalahannya. Daniel ialah seorang yang dapat dipercayai. Ia tidak mencuri dari raja dan bekerja sangat keras.
5. Akhirnya mereka mengatakan, “Kita tidak pernah menemukan alasan untuk menuduh Daniel berbuat kesalahan. Jadi, kita harus menemukan suatu tuduhan yang berhubungan dengan Hukum Allahnya.”
6. Jadi, kedua pengawas dan wakil raja pergi menghadap raja. Mereka berkata, “Raja Darius, hiduplah selamanya.
7. Para pengawas, pegawai tinggi, wakil raja, penasihat, gubernur telah menyetujui suatu hal. Kami berpikir bahwa raja harus membuat hukum. Setiap orang harus mematuhi hukum ini: Siapa saja yang berdoa kepada allah yang lain atau manusia, kecuali kepada engkau, Raja, dalam 30 hari ini, akan dilemparkan ke kandang singa.
8. Sekarang ya Raja, buatlah hukum pada sebuah kertas dan tanda tanganilah. Dengan demikian, hukum itu tidak dapat diubah, karena hukum orang Media dan Persia tidak dapat dibatalkan atau diubah.”
9. Jadi, Raja Darius membuat hukum itu dan menandatanganinya.
10. Daniel selalu berdoa kepada Allah tiga kali sehari. Tiga kali sehari ia berlutut untuk berdoa dan memuji Allah. Walaupun Daniel telah mendengar hukum yang baru itu, ia tetap pergi ke rumahnya berdoa. Daniel naik ke kamar atas di rumahnya dan membuka jendela yang menghadap ke Yerusalem. Kemudian Daniel berlutut dan berdoa seperti biasanya.
11. Kemudian para pengawas dan wakil raja pergi bersama dan menemukan Daniel sedang berdoa dan minta tolong kepada Allah.
12. Jadi, mereka pergi kepada raja dan berbicara kepadanya tentang hukum yang dibuatnya. Mereka berkata, “Raja Darius, engkau menandatangani hukum yang mengatakan, dalam 30 hari ini setiap orang yang berdoa kepada allah lain atau manusia selain kepada engkau Raja, akan dilemparkan ke kandang singa. Bukankah engkau menandatangani hukum itu?” Raja menjawab, “Ya, aku menandatangani hukum itu, hukum orang Media dan Persia tidak dapat dibatalkan atau diubah.”
13. Kemudian mereka berkata kepada raja, “Orang yang bernama Daniel tidak menghormatimu. Ia seorang tawanan dari Yehuda dan dia tidak menghormati hukum yang engkau tanda tangani. Daniel tetap berdoa kepada Allahnya tiga kali sehari.”
14. Raja menjadi sangat sedih dan marah ketika mendengarnya. Ia memutuskan untuk menyelamatkan Daniel. Ia bekerja sampai pagi hari, berusaha memikirkan jalan menyelamatkan Daniel.
15. Kemudian orang-orang itu datang kepada raja. Mereka berkata kepadanya, “Ingat, Raja, hukum orang Media dan Persia berkata tidak ada hukum atau perintah yang ditanda tangani raja yang dapat dibatalkan atau diubah.”
16. Jadi, Raja Darius memberikan perintah. Mereka membawa Daniel dan melemparkannya ke kandang singa. Raja berkata kepada Daniel, “Aku berharap Allah yang kaulayani akan menyelamatkanmu.”
17. Sebuah batu yang besar diangkat dan diletakkan di atas kandang singa yang terbuka. Kemudian raja memakai cincinnya dan memeteraikan batu itu. Dan dia juga memakai cincin pegawai-pegawainya dan menaruh meterai mereka pada batu itu. Itu menunjukkan bahwa tidak seorang pun dapat memindahkan batu itu dan membawa Daniel keluar dari kandang singa.
18. Kemudian Raja Darius pulang ke rumahnya. Ia tidak makan malam itu. Ia tidak ingin ada orang yang datang dan menghiburnya. Ia tidak dapat tidur sepanjang malam.
19. Besok paginya, Raja Darius bangun ketika hari masih subuh. Ia berlari ke kandang singa.
20. Ia sangat khawatir. Ketika ia tiba di kandang singa, ia memanggil Daniel. Ia memanggil Daniel, katanya, “Daniel, hamba Allah yang hidup, apakah Allahmu dapat menyelamatkanmu dari singa-singa itu? Engkau selalu melayani Allahmu.”
21. Daniel menjawab, “Raja, hiduplah selamanya.
22. Allahku mengirim malaikat-Nya menyelamatkan aku. Malaikat menutup mulut singa. Singa tidak melukaiku karena Allah tahu aku tidak bersalah. Aku tidak pernah melakukan yang salah terhadap engkau, Raja.”
23. Raja Darius sangat senang. Ia menyuruh pelayan-pelayannya mengangkat Daniel keluar dari kandang singa. Dan ketika Daniel keluar dari kandang singa, mereka tidak menemukan luka di tubuhnya. Singa itu tidak melukai Daniel karena ia percaya kepada Allahnya.
24. Kemudian raja memberikan perintah untuk membawa orang-orang yang telah menyalahkan Daniel, supaya masuk ke kandang singa. Mereka, istri-istrinya, dan anak-anaknya dilemparkan ke dalam kandang singa. Singa-singa itu menerkamnya sebelum mereka menyentuh lantai kandang singa. Singa-singa itu memakan tubuhnya dan kemudian meremukkan tulang-tulangnya.
25. Kemudian Raja Darius menulis surat ini kepada semua orang dari berbagai bangsa dan bahasa di seluruh dunia: “Salam.
26. Aku membuat hukum yang baru. Hukum itu berlaku untuk semua orang di semua bagian dalam kerajaanku. Kamu semua harus takut dan hormat kepada Allahnya Daniel. Allahnya Daniel ialah Allah yang hidup. Allah yang hidup selamanya. Kerajaan-Nya tidak pernah binasa. Pemerintahannya tidak pernah berakhir.
27. Allah menolong dan menyelamatkan orang. Ia melakukan mukjizat yang luar biasa di surga dan di bumi. Allah menyelamatkan Daniel dari singa-singa.”
28. Jadi, Daniel sangat berhasil selama masa Darius menjadi raja dan selama masa pemerintahan Koresy menjadi raja Persia.

Mazmur 136:10-26
10. Ia membunuh anak sulung laki-laki di Mesir, baik manusia maupun ternak. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
11. Ia membawa Israel keluar dari Mesir. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
12. Ia menunjukkan kuasa dan kekuatan-Nya yang besar. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
13. Ia membelah Laut Merah menjadi dua bagian. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
14. Ia menuntun orang Israel menyeberangi laut. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
15. Ia menenggelamkan Firaun dan tentaranya di Laut Merah. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
16. Ia menuntun umat-Nya melalui padang gurun. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
17. Ia telah mengalahkan raja-raja yang berkuasa. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
18. Ia mengalahkan raja-raja yang kuat. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
19. Ia mengalahkan Sihon raja Amori. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
20. Ia mengalahkan Og raja Basan. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
21. Ia memberikan negeri mereka kepada Israel. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
22. Ia memberikan negeri itu sebagai pemberian kepada Israel. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
23. Ia mengingat kita ketika kita dikalahkan. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
24. Ia menyelamatkan kita dari musuh kita. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
25. Ia memberikan makanan kepada setiap orang. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.
26. Pujilah Allah surgawi. Kasih setia-Nya tetap untuk selamanya.

Amsal 29:12-13
12. Jika pemerintah mendengar dusta, semua pegawainya menjadi jahat.
13. Pada satu pihak orang miskin dan orang yang mencuri dari orang miskin adalah sama saja. TUHAN yang menciptakan kedua-duanya.

2 Petrus 2:1-22
1. [Guru-guru Palsu] Dahulu telah muncul nabi-nabi palsu di tengah-tengah umat Allah. Sekarang juga demikian halnya. Guru-guru palsu akan ada di dalam kelompokmu. Mereka akan memperkenalkan ajaran yang merusak dan akan menyangkal Tuhan yang sudah membebaskannya. Dengan demikian, mereka akan mendatangkan kebinasaan dengan segera bagi dirinya sendiri.
2. Banyak orang akan mengikut mereka dalam jalan kejahatannya. Karena mereka, Jalan yang benar itu akan dihujat.
3. Karena kerakusannya, mereka akan menerima uang dari kamu dengan menceritakan cerita dongengnya kepadamu. Hukuman atas mereka dinyatakan oleh Allah sejak dahulu, bukanlah suatu ancaman yang tidak berguna. Kebinasaannya sudah tersedia dan mereka tidak dapat melarikan diri dari situ.
4. Allah tidak memberi ampun kepada malaikat-malaikat yang berdosa, tetapi mengusirnya ke neraka, tempat gelap untuk dikurung sampai hari penghakiman.
5. Allah juga menghukum orang zaman dahulu. Ia mendatangkan banjir di bumi yang penuh dengan orang yang tidak percaya kepada-Nya. Hanya Nuh dan tujuh orang lainnya dilindungi-Nya. Nuh orang yang memberitakan tentang hidup yang benar.
6. Allah juga menghukum kota Sodom dan Gomora dengan memusnahkan dan membakarnya. Penghukuman atas kota-kota itu dijadikan-Nya sebagai peringatan kepada orang yang tidak percaya tentang yang akan terjadi atas mereka.
7. Allah juga menyelamatkan Lot. Lot orang yang benar, yang sakit hati karena perbuatan yang dilakukan oleh orang yang memalukan.
8. Lot, orang yang benar itu hatinya sangat susah karena perbuatan-perbuatan jahat yang dilihatnya dan didengarnya setiap hari, karena ia hidup di tengah-tengah mereka.
9. Jadi, Tuhan Allah tahu menyelamatkan orang yang melayani-Nya. Ia akan menyelamatkannya bila kesusahan terjadi. Dan Tuhan akan menahan orang jahat dan menghukumnya sambil menunggu hari penghakiman.
10. Hukuman itu untuk orang yang menuruti keinginan dirinya yang berdosa dan orang yang benci terhadap kuasa Tuhan. Guru-guru palsu melakukan sesuatu yang dikehendakinya dan bangga atas dirinya sendiri. Mereka tidak takut menghujat malaikat-malaikat yang mulia.
11. Malaikat-malaikat lebih kuat dan lebih berkuasa daripada guru-guru palsu, tetapi mereka tidak mengucapkan hujatan terhadap orang itu di hadapan Tuhan.
12. Mereka sama seperti binatang yang bertindak tanpa berpikir. Binatang yang bertindak berdasarkan naluri. Mereka dilahirkan untuk ditangkap dan dibunuh. Mereka berbicara menentang yang tidak dimengertinya. Sama seperti binatang yang binasa, mereka juga akan binasa.
13. Mereka telah membuat banyak orang menderita. Jadi, mereka sendiri akan menderita akibat dari perbuatannya. Mereka berpikir bahwa suatu hal yang menarik untuk melakukan kejahatan secara terbuka. Mereka senang atas yang jahat yang berkenan baginya. Jadi, mereka sama seperti noda yang memalukan di tengah-tengahmu, bila mereka ikut dalam perjamuanmu.
14. Mereka mau melakukan perzinaan dan tidak pernah berhenti berbuat dosa seperti itu. Mereka menjebak orang yang lemah imannya. Hati mereka terlatih dengan baik untuk keserakahan. Mereka hidup di bawah kutukan.
15. Mereka tersesat jauh dan sudah meninggalkan jalan yang benar. Mereka telah mengikuti jalan yang diikuti Bileam, anak Beor. Bileam senang sekali dengan uang yang diterimanya karena berbuat kejahatan.
16. Keledai berkata kepada Bileam bahwa perbuatannya salah. Seekor keledai yang biasanya tidak berbicara, dapat berbicara dengan suara manusia. Ia mencegah perbuatan gila nabi itu.
17. Guru-guru palsu itu seperti sungai kering, yang tidak berair dan seperti awan yang ditiup topan. Bagi mereka telah disediakan tempat yang paling dalam dan gelap.
18. Mereka sombong dengan kata-kata yang tidak berarti. Mereka membawa orang kepada jerat dosa. Mereka membawa orang menjauh, yaitu yang baru saja melepaskan diri dari orang yang hidup sesat. Mereka melakukannya dengan mempergunakan yang jahat yang ingin dilakukannya di dalam dirinya yang berdosa.
19. Mereka menjanjikan kebebasan kepada orang, tetapi mereka sendiri tidak bebas. Mereka hamba dari yang akan dibinasakan. Orang menjadi hamba dari yang menguasainya.
20. Mereka itu telah dibebaskan dari hal-hal jahat di dunia ini. Mereka telah dibebaskan oleh pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Jika mereka itu kembali kepada hal-hal jahat, hal-hal jahat itu menguasainya, nasib mereka akan lebih buruk lagi daripada keadaan sebelumnya.
21. Ya, lebih baik bagi mereka tidak mengenal jalan yang benar itu. Itu lebih baik daripada mengenal jalan yang benar lalu kemudian meninggalkan ajaran suci yang sudah diberikan kepada mereka.
22. Tepatlah yang disebutkan peribahasa ini, yang terjadi pada mereka, “Apabila seekor anjing muntah, anjing itu kembali lagi ke muntahnya.” Dan, “Setelah babi dimandikan, babi itu kembali berkubang dalam lumpur.”