Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005
← 13

1 Samuel 14

15 →
1

[Yonatan Menyerang Filistin] Pada suatu hari Yonatan anak Saul berkata kepada anak muda yang membawa senjatanya, “Mari kita pergi ke kemah orang Filistin di seberang,” tetapi hal itu tidak diberitahukannya kepada ayahnya.

2

Saul sedang duduk di bawah pohon delima di Migron di pinggir bukit. Bersama dia ada kira-kira 600 orang.

3

Di antaranya Ahia yang memakai pakaian efod. Dia anak dari saudaranya Ikabod, yaitu Ahitub anak Pinehas. Pinehas anak Eli. Eli imam TUHAN di Silo. Ahia adalah imam saat itu. Itulah sebabnya, dia memakai pakaian efod. Tidak seorang pun tahu bahwa Yonatan telah pergi.

4

Yonatan bermaksud menerobos jalan lintas menuju perkemahan Filistin, tetapi ada batu yang besar di kiri-kanan sisi jalan lintas itu. Batu besar yang satu namanya Bozes dan yang lainnya Sene.

5

Batu besar yang satu menghadap utara ke arah Mikhmas, dan yang satu lagi menghadap selatan ke arah Geba.

6

Yonatan berkata kepada pembantunya yang membawa senjatanya, “Mari kita pergi ke perkemahan orang asing itu. Kemungkinan TUHAN memakai kita mengalahkan mereka. Tidak ada suatu apa pun yang dapat menghambat TUHAN — tidak ada masalah apakah kita mempunyai banyak tentara atau sedikit.”

7

Pembantu itu menjawabnya, “Laksanakanlah yang Tuan anggap terbaik, aku setuju dan mengikut Tuan dengan sepenuh hatiku.”

8

Yonatan menjawab, “Mari, kita menyeberangi lembah dan biar orang Filistin melihat kita.

9

Jika mereka mengatakan kepada kita, ‘Tunggu di sana, kami datang kepadamu,’ kita tinggal di tempat kita berada. Kita tidak mendatangi mereka.

10

Namun, jika mereka mengatakan, ‘Naiklah kemari, maka kita naik ke sana.’ Di sana ada tanda dari Allah. Artinya, TUHAN membiarkan kita mengalahkan mereka.”

11

Yonatan dan pembantunya menampakkan diri kepada orang Filistin itu. Pengawal Filistin mengatakan, “Lihat, orang Ibrani keluar dari lubang-lubang tempat persembunyiannya.”

12

Orang Filistin di kemah mereka berseru kepada Yonatan dan pembantunya, “Naiklah kemari, kami akan berikan pelajaran kepadamu.” Yonatan berkata kepada pembantunya, “Ikutlah aku naik bukit. TUHAN membiarkan Israel mengalahkan Filistin.”

13

Yonatan mulai mendaki bukit diikuti pembantunya dari belakang. Mereka berdua menyerang orang Filistin. Yonatan menewaskan mereka itu, sedangkan pembantunya mengikutinya membunuh dari belakang. Pada serangan pertama Yonatan dan pembantunya membunuh kira-kira 20 orang dalam suatu daerah seluas 2.000 meter persegi. Yonatan bertarung dengan orang yang datang menyerangnya dari depan, sedangkan pembantunya membunuh mereka yang luka.

14

(14:13)

15

Semua tentara Filistin ketakutan — baik yang ada di perkemahan maupun yang di medan pertempuran, termasuk mereka sebagai pasukan tempur. Bumi mulai mengguncang dan hal itu membuat tentara Filistin ketakutan.

16

Para pengawal Saul di Gibea di negeri Benyamin melihat tentara Filistin melarikan diri ke segala penjuru.

17

Saul berkata kepada tentara yang bersama dia, “Hitung semua orang. Aku ingin tahu siapa yang meninggalkan kemah.” Ketika orang yang hadir dihitung, ketahuanlah bahwa Yonatan dan pembantunya telah pergi.

18

Saul berkata kepada Ahia, “Bawalah Kotak Kudus Allah.” Kotak itu ada di sana dalam tangan orang Israel.

19

Saul berbicara dengan Ahia imam itu, tetapi keributan dan kekacauan terus semakin meningkat. Akhirnya Saul berkata kepada Ahia imam itu, “Cukup! Turunkanlah tanganmu.”

20

Saul mengumpulkan pasukannya dan maju berperang. Mereka menjumpai pasukan Filistin dalam keadaan resah, bahkan mereka saling menikam dirinya dengan pedangnya.

21

Ada orang Ibrani yang telah tinggal bersama orang Filistin selama ini dan bergabung di perkemahan Filistin, tetapi sekarang bergabung dengan orang Israel bersama Saul dan Yonatan.

22

Semua orang Israel yang bersembunyi di pegunungan Efraim, mendengar juga bahwa orang Filistin telah melarikan diri, maka mereka pun bergabung dalam pertempuran melawan pasukan Filistin.

23

Demikianlah TUHAN telah menyelamatkan orang Israel pada hari itu. Pertempuran meluas lewat Bet-Awen. Seluruh tentara bersama Saul — dia mempunyai 10.000 orang. Pertempuran meluas ke semua kota di kawasan Pebukitan Efraim.

24

[Saul Membuat Kesalahan yang Lain] Pada hari itu Saul membuat suatu kesalahan besar. Orang Israel lelah dan lapar. Hal itu disebabkan Saul menyuruh mereka bersumpah. Saul mengatakan, “Jika seseorang makan sebelum matahari terbenam dan sebelum aku mengalahkan musuhku, maka orang itu dihukum.” Jadi, tidak seorang pun dari tentara itu menyentuh makanan.

25

Orang pergi ke hutan karena terjadi pertempuran. Mereka melihat sarang lebah di tanah, tetapi orang Israel tidak berani mencicipinya. Mereka takut melanggar perjanjiannya.

26

(14:25)

27

Yonatan tidak tahu tentang sumpah itu, dia tidak mendengar bahwa ayahnya telah memaksa rakyatnya bersumpah. Dengan sebuah tongkat yang dipegangnya, ditusukkanlah ujung tongkat ke dalam sarang lebah tadi dan mengambil sebagian madu, lalu setelah itu ia merasa sangat lega setelah mencicipi madu itu.

28

Salah seorang tentaranya berkata kepada Yonatan, “Ayahmu telah memaksa tentara kita mengadakan sumpah khusus — yaitu siapa saja yang makan hari ini, akan dihukum. Itulah sebabnya, mereka itu lemas.”

29

Yonatan mengatakan, “Ayahku telah menyusahkan negeri ini. Lihatlah, betapa baiknya kurasakan sesudah mencicipi sedikit madu.

30

Jauh lebih baik bagi mereka memakan makanan yang diambilnya dari musuhnya hari ini. Mungkin kita sanggup membunuh lebih banyak orang Filistin lagi.”

31

Hari itu orang Israel mengalahkan Filistin. Mereka menyerang Filistin sepanjang jalan mulai dari Mikhmas sampai ke Ayalon. Orang Israel sangat lelah dan lapar.

32

Mereka merampas domba, lembu, anak sapi dari Filistin. Mereka sangat lapar dan menyembelih hewan itu di atas tanah lalu memakannya, sedangkan daging sembelihan itu masih berdarah.

33

Seseorang berkata kepada Saul, “Lihatlah, mereka itu telah berbuat dosa terhadap TUHAN dengan memakan daging yang masih berdarah.” Jawab Saul, “Kamu telah berdosa. Gulingkan sebuah batu besar ke sini. Sekarang juga.”

34

Kemudian Saul mengatakan, “Pergilah kepada mereka itu dan katakan supaya setiap orang membawa lembu atau dombanya kepadaku, lalu menyembelihnya di sini. Jangan berbuat dosa terhadap TUHAN. Jangan makan daging yang masih ada darahnya.” Malam itu setiap orang membawa hewannya lalu menyembelihnya di tempat itu.

35

Saul kemudian mendirikan mezbah bagi TUHAN. Dia sendiri membangun mezbah untuk TUHAN.

36

Saul mengatakan, “Mari kita kejar orang Filistin malam ini dan merampas segala miliknya lalu membunuh mereka semua.” Pasukan itu menjawab, “Lakukanlah yang engkau anggap terbaik.” Imam mengatakan, “Mari kita tanya Allah.”

37

Saul bertanya kepada Allah, “Apakah aku harus mengusir orang Filistin? Apakah Allah membiarkan kami mengalahkan Filistin?” Namun, Allah tidak menjawab Saul pada hari itu.

38

Saul mengatakan, “Semua pimpinan pasukan agar menghadap aku. Kita akan menyelidiki siapa yang berdosa hari ini.

39

Demi TUHAN yang telah menyelamatkan hidup bangsa Israel, walaupun dosa itu dilakukan oleh anakku Yonatan, dia harus mati.” Tidak seorang pun dari mereka itu mengatakan sepatah kata.

40

Kemudian Saul berkata kepada seluruh orang Israel, “Kamu berdiri di sebelah sini. Aku dan anakku Yonatan berdiri di sebelah sana.” Tentara itu menjawab, “Terserah kepada Tuan.”

41

Kemudian Saul berdoa, “TUHAN Allah Israel, mengapa Engkau tidak memberikan jawaban kepada hamba-Mu hari ini? Jika aku atau anakku telah berdosa, ya TUHAN Allah Israel, tunjukkanlah Urim. Jika dosa itu ada di pihak umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim.” Pilihan jatuh pada Saul dan Yonatan, terluputlah umat Israel.

42

Saul mengatakan, “Adakan lagi undi antara aku dan anakku untuk membuktikan siapa yang bersalah.” Ternyata jatuh pada Yonatan.

43

Saul berkata kepada Yonatan, “Katakan kepadaku yang telah kaulakukan.” Yonatan menjelaskan kepada Saul, katanya, “Aku hanya mencicipi sedikit madu dari ujung tombakku. Apakah aku harus mati atas perbuatanku itu?”

44

Saul menjawab, “Aku berjanji dan menanyakan kepada TUHAN untuk menghukum aku, jika aku melanggar perjanjianku. Yonatan harus mati.”

45

Tentara berkata kepada Saul, “Hari ini Israel meraih kemenangan besar di bawah pimpinan Yonatan, masakan dia harus mati? Tidak mungkin. Demi TUHAN yang hidup, tidak satu rambut pun dari kepalanya akan jatuh ke tanah. TUHAN telah menolong Yonatan melawan orang Filistin hari ini.” Demikianlah orang Israel menyelamatkan Yonatan. Dia tidak dihukum mati.

46

Saul tidak mengusir orang Filistin. Mereka kembali ke tempat asalnya.

47

[Saul Memerangi Musuh Israel] Saul menjadi raja Israel dan mengadakan peperangan melawan semua musuh yang ada di sekitar Israel. Saul melawan Moab, Amon, Edom, raja-raja Zoba, dan orang Filistin. Ke mana pun dia pergi, semua musuhnya dikalahkannya.

48

Dia seorang yang gagah berani. Saul menyelamatkan Israel dari semua musuh yang berusaha merampas dari orang Israel. Bahkan dia menaklukkan orang Amalek.

49

Anak-anaknya ialah Yonatan, Yiswi, dan Malkisua. Nama anak perempuannya yang tertua Merab dan yang termuda Mikhal.

50

Istri Saul bernama Ahinoam anak Ahimaas. Panglima pasukannya ialah Abner anak Ner. Ner ialah paman Saul.

51

Kisy ayah Saul, dan Ner ayah Abner. Kisy dan Ner ialah anak Abiel.

52

Saul penuh dengan keberanian sepanjang hidupnya. Ia melawan Filistin dengan sangat besar. Setiap kali dia berjumpa dengan seorang pemberani dan kuat, dia mengambil orang itu dan memasukkannya ke dalam kelompok tentara yang berada dekat raja dan melindunginya.

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin