Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005
← 18

Hakim 19

20 →
1

[Orang Lewi dan Hamba Perempuannya] Pada waktu itu orang Israel belum mempunyai raja. Ada seorang Lewi tinggal di tempat terpencil di daerah pebukitan Efraim. Dia mempunyai seorang hamba perempuan seperti istri baginya. Hamba itu dari Betlehem di Yehuda.

2

Hamba itu bertengkar dengan orang Lewi. Dia meninggalkannya dan kembali ke rumah ayahnya ke Betlehem di Yehuda. Ia berada di sana selama empat bulan.

3

Kemudian suaminya menyusul dia. Suaminya mau membujuknya supaya ia mau kembali kepadanya. Ia membawa hambanya dan dua keledai bersamanya. Ketika dia tiba di rumah ayah perempuan itu, ayah perempuan itu melihatnya, dan menyambutnya dengan gembira.

4

Ayah perempuan itu membawanya masuk ke rumahnya. Mertuanya mengundangnya untuk tinggal di sana, maka ia tinggal selama tiga hari. Dia makan, minum, dan bermalam di rumah mertuanya.

5

Pada hari keempat, mereka bangun pagi-pagi benar. Orang Lewi itu bersiap-siap untuk berangkat. Ayah perempuan muda itu berkata kepada menantunya, “Makanlah dahulu. Sesudah makan, barulah engkau pergi.”

6

Orang Lewi dan mertuanya duduk dan makan serta minum bersama. Sesudah itu ayah anak perempuan muda itu mengatakan, “Silakan bermalam lagi malam ini. Istirahat dan bersukacitalah. Tunggu sampai sore barulah berangkat.” Jadi, kedua orang itu makan bersama-sama.

7

Orang Lewi itu bangun dan bersiap-siap untuk pergi, tetapi ayah mertuanya mendesak agar ia tinggal dan bermalam lagi di sana.

8

Kemudian pada hari kelima, orang Lewi itu bangun pagi-pagi benar dan siap untuk berangkat, tetapi ayah perempuan muda itu berkata kepadanya, “Makanlah dahulu. Istirahat dan tinggallah sampai nanti sore.” Mereka berdua makan lagi bersama-sama.

9

Kemudian orang Lewi itu bersama hamba perempuannya dan hambanya bangkit berdiri untuk berangkat. Ayah perempuan muda itu mengatakan, “Lihat, hari sudah mulai gelap, bermalamlah di sini dan bergembiralah. Besok pagi kamu dapat bangun pagi-pagi benar lalu meneruskan perjalananmu.”

10

Orang Lewi itu tidak bersedia untuk bermalam. Ia mengambil dua keledai dan hamba perempuannya. Dia pergi sejauh Yebus. Yebus ialah nama lain untuk Yerusalem.

11

Mereka tiba di dekat Yebus dan hari sudah hampir berlalu, jadi hambanya berkata kepada tuannya orang Lewi itu, “Marilah kita berhenti di kota orang Yebus. Biarlah kita bermalam di sana.”

12

Tuannya orang Lewi itu mengatakan, “Tidak! Kita tidak akan memasuki sebuah kota orang asing. Mereka itu bukan orang Israel. Kita pergi ke Gibea.”

13

Ia berkata, “Marilah, kita coba pergi ke Gibea atau Rama. Kita dapat bermalam di salah satu kota itu.”

14

Jadi, mereka melanjutkan perjalanan, dan matahari terbenam begitu mereka memasuki kota Gibea, yang terdapat di daerah suku Benyamin.

15

Jadi, mereka berhenti di Gibea. Mereka bermaksud bermalam di kota itu. Mereka pergi ke lapangan terbuka kota itu lalu duduk di sana, tetapi tidak ada orang yang mengundang mereka ke rumahnya untuk bermalam.

16

Pada malam hari itu ada seorang yang tua datang ke kota itu dari ladang. Rumahnya di pebukitan Efraim, tetapi sekarang dia tinggal di Gibea. Penduduk Gibea ialah suku Benyamin.

17

Dia melihat orang pendatang itu di lapangan kota. Orang yang tua itu mengatakan, “Ke mana kamu pergi? Dari mana kamu datang?”

18

Orang Lewi itu menjawab, “Kami datang dari Betlehem di Yehuda. Sekarang aku mau pulang ke rumahku, ke tempat yang jauh di daerah pebukitan Efraim. Aku berharap bahwa ada orang yang mengundang kami untuk bermalam, tetapi tidak ada orang yang bersedia.

19

Kami sudah mempunyai jerami dan gandum untuk keledai kami. Ada juga roti dan anggur untukku, untuk perempuan muda itu, dan untuk hambaku. Kami tidak membutuhkan sesuatu apa pun.”

20

Orang yang tua itu mengatakan, “Pintu rumahku terbuka bagimu. Aku memberikan segala kebutuhanmu. Hanya, janganlah bermalam di lapangan kota.”

21

Jadi, ia membawa mereka ke rumahnya dan memberi makan keledai-keledainya dan mereka mencuci kaki, kemudian mereka makan dan minum.

22

Sementara mereka sedang bergembira, beberapa orang jahat dari kota itu mengelilingi rumah itu dan mulai menggedor pintu. Mereka berkata kepada orang yang tua pemilik rumah itu, “Bawa ke luar orang yang datang ke rumahmu agar kami dapat menggaulinya.”

23

Pemilik rumah itu keluar menemui mereka dan berkata kepada mereka, “Tidak saudara-saudaraku, jangan berbuat kejahatan. Orang itu adalah tamuku. Janganlah melakukan hal yang keji.

24

Biarlah aku memberikan anak perempuanku kepadamu. Dia masih perawan. Biarlah aku membawanya ke luar. Lakukanlah sesukamu dengan dia, tetapi jangan melakukan hal yang keji terhadap orang itu.”

25

Mereka tidak mau mendengarkannya. Orang Lewi itu mengambil hamba perempuannya dan mendorongnya keluar kepada orang-orang jahat itu. Mereka menyiksa dan memperkosanya sepanjang malam. Kemudian setelah fajar, mereka membiarkannya pergi.

26

Menjelang pagi perempuan itu datang ke tempat tuannya berada. Dia terjatuh di muka pintu. Dia tergeletak di sana hingga fajar.

27

Tuannya bangun pagi-pagi buta besoknya. Dia mau pulang. Dia membuka pintu untuk pergi ke luar. Ada satu tangan memegang ambang pintu. Dia adalah hamba perempuannya. Dia terjatuh ke pintu itu.

28

Orang Lewi itu berkata kepadanya, “Bangun, mari kita pergi.” Dan tidak ada jawaban. Orang Lewi itu menaikkannya ke atas keledai lalu pulang.

29

Ketika dia tiba di rumahnya, dia mengambil sebuah pisau, dan memotong-motongnya menjadi 12 potong, lalu ia mengirimkan kedua belas potong itu ke seluruh wilayah Israel.

30

Setiap orang yang melihatnya mengatakan, “Belum pernah terjadi hal semacam itu sejak kita berangkat dari tanah Mesir hingga hari ini. Bicarakanlah tentang hal itu dan katakan apa yang akan kami lakukan.”

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin