Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Indonesian Bible 2005
← 18

Yohanes 19

20 →
1

Kemudian Pilatus menyuruh orang untuk mencambuk Dia.

2

Tentara-tentara menganyam sebuah mahkota dari ranting-ranting berduri. Mereka meletakkan mahkota duri itu di atas kepala Yesus, dan memakaikan-Nya pakaian ungu.

3

Tentara-tentara itu maju ke depan dan berkata, “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka menampar muka-Nya.

4

Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka, “Lihatlah, saya membawa Yesus ke luar kepada kamu. Saya ingin agar kamu tahu bahwa saya tidak menemukan kesalahan apa pun pada-Nya.”

5

Yesus keluar dan masih bermahkotakan duri, serta berpakaian ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka, “Lihatlah Manusia itu!”

6

Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Yesus, mereka berteriak-teriak, “Salibkan Dia, salibkan Dia!” Pilatus berkata kepada mereka, “Ambillah Dia dan salibkanlah sendiri sebab saya tidak menemukan kesalahan apa pun pada-Nya.”

7

Pemimpin Yahudi itu menjawab, “Kami mempunyai hukum. Menurut hukum Ia harus mati sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”

8

Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia bertambah takut.

9

Pilatus masuk ke dalam istana dan bertanya kepada Yesus, “Dari manakah asal-Mu?” Yesus tidak menjawabnya.

10

Pilatus berkata kepada-Nya, “Engkau tidak mau bicara dengan saya? Ingat, saya berkuasa untuk membebaskan Engkau. Saya juga berkuasa untuk menyalibkan Engkau.”

11

Jawab Yesus, “Engkau tidak mempunyai kuasa atas diri-Ku jika kuasa itu tidak diberikan oleh Allah kepadamu. Itulah sebabnya, orang yang menyerahkan Aku kepadamu lebih besar dosanya.”

12

Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Yesus, tetapi orang Yahudi berteriak, “Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja berarti melawan Kaisar. Jika engkau membebaskan Dia, engkau bukan teman Kaisar.”

13

Pilatus mendengar perkataan itu. Ia membawa Yesus ke luar, ke tempat yang bernama “Lantai Batu.” Dalam bahasa Ibrani disebut “Gabata.” Pilatus duduk di kursi pengadilan.

14

Saat itu hampir tengah hari, dan hari itu hari persiapan Paskah. Pilatus berkata kepada orang Yahudi, “Inilah Rajamu!”

15

Mereka berteriak, “Jauhkan, jauhkan Dia! Salibkan Dia!” Pilatus berkata kepada mereka, “Apakah saya harus menyalibkan Rajamu?” Imam-imam kepala menjawab, “Kami tidak mempunyai raja selain daripada Kaisar!”

16

Akhirnya Pilatus menyerahkan-Nya kepada mereka untuk disalibkan. [Yesus Disalibkan] Tentara-tentara membawa Yesus.

17

Dan Yesus memikul salib-Nya sendiri. Ia pergi ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak. Dalam bahasa Ibrani disebut “Golgota.”

18

Di Golgota mereka menyalibkan Yesus. Mereka juga menyalibkan dua orang lainnya. Kedua orang itu disalibkan bersebelahan dengan salib Yesus. Salib Yesus berada di tengah-tengah.

19

Pilatus menyuruh orang memasang tulisan pada bagian atas kayu salib. Tulisan itu berbunyi, “YESUS ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI.”

20

Tulisan itu ada dalam bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani. Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu sebab tempat Yesus disalibkan letaknya dekat kota.

21

Imam-imam kepala Yahudi berkata kepada Pilatus, “Jangan engkau menulis, ‘Raja orang Yahudi,’ tetapi tuliskan, ‘Orang ini mengatakan, Aku Raja orang Yahudi.’”

22

Jawab Pilatus, “Saya tidak mengubah yang telah kutulis!”

23

Sesudah tentara-tentara menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya. Mereka merobek pakaian itu menjadi empat. Tiap tentara mendapat satu bagian. Mereka juga mengambil baju panjang-Nya yang tidak berjahit, terbuat hanya satu tenunan saja dari atas ke bawah.

24

Karena itu, mereka berkata seorang kepada yang lain, “Kita jangan merobeknya menjadi beberapa potong. Marilah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Ini terjadi sehingga genaplah yang telah tertulis di dalam Kitab Suci, “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka. Dan mereka membuang undi atas pakaian-Ku.” Hal itu telah dilakukan oleh tentara-tentara.

25

Ibu-Nya berdiri di dekat salib Yesus. Di situ berdiri pula saudara perempuan ibu-Nya; Maria, istri Klopas; dan Maria Magdalena.

26

Yesus melihat ibu-Nya. Ia juga melihat pengikut yang dikasihi-Nya berdiri di situ. Kemudian Dia berkata kepada ibu-Nya, “Ibu, ini anakmu!”

27

Dan Dia berkata kepada pengikut-Nya, “Ini ibumu!” Dan sejak saat itu pengikut itu menerima ibu-Nya di rumahnya.

28

[Yesus Mati] Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai. Kemudian Dia mengatakan, “Aku haus!” Dengan demikian, genaplah apa yang telah tertulis di dalam Kitab Suci.

29

Di situ ada sebuah guci yang penuh dengan anggur asam. Para tentara mencelupkan spons ke dalam anggur asam itu. Mereka mencucukkan spons itu pada sebatang hisop. Dan mereka mengulurkannya ke mulut Yesus.

30

Yesus mencicipi anggur asam itu. Kemudian Yesus mengatakan, “Sudah selesai.” Ia menundukkan kepala-Nya dan mati.

31

Hari itu hari persiapan Paskah. Dan besoknya hari Sabat. Hari Sabat adalah hari besar. Orang Yahudi tidak ingin ada mayat yang tergantung di kayu salib pada hari Sabat. Oleh sebab itu, orang Yahudi datang kepada Pilatus meminta kepadanya, supaya kaki orang yang disalibkan itu dipatahkan dan mayatnya diturunkan.

32

Kemudian datanglah tentara-tentara untuk mematahkan kaki orang yang pertama yang disalibkan di samping Yesus. Mereka juga mematahkan kaki orang yang satu lagi yang disalibkan bersama Yesus.

33

Ketika mereka sampai kepada Yesus, mereka melihat bahwa Ia telah mati, jadi mereka tidak mematahkan kaki-Nya.

34

Seorang dari antara tentara itu menikam lambung-Nya dengan tombak. Darah dan air mengalir ke luar dari lambung yang ditikam itu.

35

Orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian mengenai itu. Ia mengatakan hal itu supaya kamu juga dapat percaya. Ia tahu bahwa kesaksiannya benar. Ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran.

36

Hal itu terjadi supaya genaplah yang telah tertulis dalam Kitab Suci, “Tidak ada tulang-Nya yang dipatahkan.”

37

Dan nas lain mengatakan, “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah ditikam oleh mereka.”

38

[Yesus Dikubur] Sesudah itu seorang yang bernama Yusuf dari Arimatea meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan membawa mayat Yesus. Yusuf adalah pengikut Yesus, tetapi ia sembunyi-sembunyi, karena takut kepada orang Yahudi. Pilatus mengatakan bahwa Yusuf dapat mengambil mayat Yesus. Maka datanglah Yusuf dan membawa mayat-Nya.

39

Nikodemus pergi bersama Yusuf. Dialah orang yang sebelumnya pernah datang kepada Yesus serta berbicara dengan Dia pada waktu malam. Ia membawa campuran minyak mur dan gaharu. Beratnya kira-kira 30 kilogram.

40

Kedua orang itu mengambil mayat Yesus. Kemudian mereka membungkusnya dengan kain lenan. Mereka juga membubuhi mayat Yesus dengan rempah-rempah sesuai dengan adat penguburan orang Yahudi.

41

Di dekat tempat Yesus disalibkan ada sebuah taman, di sana ada sebuah kubur baru, yang di dalamnya belum pernah ada orang dikuburkan.

42

Kedua orang itu meletakkan mayat Yesus di dalam kubur itu karena kubur itu tidak jauh letaknya. Dan orang Yahudi sedang bersiap-siap menyambut hari Sabat.

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin