Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005
← 17

Matius 18

19 →
1

[Yang Terpenting di Kerajaan Allah] Pada waktu itu murid-murid itu datang kepada Yesus dan bertanya, “Siapakah yang terbesar di Kerajaan Allah?”

2

Kemudian Dia memanggil seorang anak kecil kepada-Nya. Ia menyuruh anak itu berdiri di tengah-tengah mereka,

3

dan berkata, “Yakinlah, kamu harus menjadi seperti anak-anak. Jika tidak, kamu tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

4

Orang yang terbesar di Kerajaan Allah adalah orang yang merendahkan dirinya seperti anak kecil ini.

5

Jika orang menyambut anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

6

[Godaan untuk Berbuat Dosa] “Jika ada seorang dari anak-anak kecil itu percaya kepada-Ku, dan ada orang yang membuat anak itu berdosa, hal itu sangat buruk bagi orang itu. Lebih baik lehernya diikat dengan batu gilingan yang berat dan kemudian dia ditenggelamkan ke tengah laut.

7

Celakalah dunia karena hal-hal yang membuat orang lain berdosa. Hal-hal yang menyebabkan orang berdosa akan selalu ada di dunia ini, tetapi celakalah orang yang bertanggung jawab atas mereka.

8

Jika tanganmu atau kakimu menyebabkan kamu berdosa, potonglah itu dan buang. Lebih baik kamu kehilangan bagian tubuhmu, tetapi kamu akan hidup selama-lamanya. Hal itu jauh lebih baik daripada kamu mempunyai dua tangan dan dua kaki, tetapi dibuang ke dalam api neraka yang kekal.

9

Jika matamu membuat kamu berdosa, cungkillah itu dan buang. Lebih baik kamu mempunyai hidup selama-lamanya dengan satu mata daripada mempunyai dua mata, tetapi dibuang ke dalam api neraka.”

10

[Domba yang Hilang] “Hati-hatilah, jangan menganggap rendah terhadap anak-anak kecil ini. Aku berkata kepadamu bahwa mereka mempunyai malaikat di surga. Dan malaikat-malaikat itu selalu bersama Bapa-Ku di surga.

11

[Anak manusia telah datang untuk menyelamatkan orang yang hilang.]

12

Jika seorang mempunyai 100 ekor domba, kemudian seekor di antaranya hilang, orang itu pasti akan meninggalkan 99 ekor di bukit untuk mencari domba yang hilang itu. Bukankah demikian?

13

Dan jika orang itu menemukan dombanya, orang itu akan lebih bergembira karena seekor yang hilang itu daripada atas 99 ekor yang tidak hilang.

14

Begitu juga Bapamu yang di surga, Ia tidak mau salah satu pun dari anak-anak kecil ini hilang.”

15

[Menasihati Sesama Saudara] “Jika saudaramu bersalah kepadamu, pergi dan katakan kepadanya kesalahan yang telah dilakukannya. Lakukanlah hal itu hanya dengan dia. Jika ia mau mendengarkan engkau, engkau sudah menolongnya menjadi saudaramu lagi.

16

Jika ia tidak mau mendengarkan engkau, datangilah dia lagi bersama satu atau dua orang lain. Sebab hukum Taurat mengatakan, bahwa apabila ada dua atau tiga orang saksi, perkara itu dapat diselesaikan.

17

Jika ia masih menolak mereka, beritahukan hal itu kepada jemaat. Jika orang itu tidak mau menerima nasihat jemaat, perlakukanlah dia sebagai orang yang tidak percaya kepada Allah atau seperti salah seorang pemungut pajak.

18

Yakinlah, semua hal yang kamu ikat di bumi ini, akan diikat juga di surga dan semua yang kamu lepaskan di bumi ini, akan dilepaskan juga di surga.

19

Juga, Aku berkata kepadamu, jika ada dua orang di antara kamu yang sepakat tentang sesuatu, dan kamu berdoa untuk itu, itu akan diberikan oleh Bapamu yang di surga.

20

Hal ini benar karena apabila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku ada di tengah-tengah mereka.”

21

[Perumpamaan tentang Pengampunan] Kemudian Petrus datang kepada Yesus dan bertanya, “Tuhan, jika saudaraku terus berbuat salah kepadaku, sampai berapa kalikah aku harus mengampuninya? Apakah aku harus mengampuninya sampai tujuh kali?”

22

Jawab Yesus, “Tidak hanya tujuh kali, tetapi engkau harus mengampuninya sebanyak 70 kali tujuh.

23

Jadi, Kerajaan Allah dapat diumpamakan seperti seorang raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

24

Ketika sang raja mulai melakukan hal itu, ada seorang hamba yang mempunyai utang sebanyak beribu-ribu kilogram emas. Hamba itu dibawa menghadap raja.

25

Hamba yang berutang banyak itu tidak mempunyai uang untuk membayar utangnya. Raja memerintahkan supaya ia bersama semua hartanya dijual, termasuk istri dan anak-anaknya. Uang hasil penjualan itu dipakai membayar utangnya.

26

Hamba itu bersujud dan memohon, ‘Sabarlah dahulu. Aku akan membayar semua utangku.’

27

Raja menjadi lembut hatinya dan membebaskannya dan menghapus utangnya.

28

Sesudah itu hamba yang telah dihapuskan utangnya itu bertemu dengan hamba lain yang berutang 100 keping uang perak kepadanya. Ia menangkap serta mencekik orang yang berutang itu dan berkata, ‘Bayar utangmu.’

29

Hamba yang berutang itu bersujud dan memohon, ‘Sabarlah dahulu. Aku akan membayar semua utangku.’

30

Namun, dia tidak mau bersabar. Hamba itu meminta kepada hakim supaya memasukkannya ke dalam penjara sampai utangnya dilunasinya.

31

Semua hamba yang lain melihat kejadian itu dan mereka sangat sedih. Mereka melaporkannya kepada raja.

32

Kemudian raja memanggil hamba yang pertama itu dan berkata, ‘Engkau hamba yang jahat. Aku telah membatalkan semua utangmu karena engkau meminta kebaikanku.

33

Seharusnya engkau juga menunjukkan kebaikanmu kepada temanmu yang berutang kepadamu.’

34

Raja sangat marah dan memerintahkan untuk memenjarakannya. Dan hamba itu harus tinggal di penjara sampai semua utangnya dilunasinya.

35

Bapa di surga juga akan melakukan hal yang sama kepadamu apabila kamu tidak sungguh-sungguh mengampuni saudaramu.”

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin