Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Indonesian Bible 2005
← 1

Daniel 2

3 →
1

[Mimpi Nebukadnezar] Pada tahun kedua Nebukadnezar menjadi raja, ia bermimpi. Mimpi itu menyusahkannya dan dia tidak dapat tidur.

2

Raja memanggil orang-orang bijak datang kepadanya. Mereka memakai ilmu nujum dan melihat bintang-bintang. Mereka melakukannya untuk mengartikan mimpi itu dan mempelajari yang akan terjadi di masa yang akan datang. Raja ingin agar mereka memberitahukan arti mimpinya kepadanya maka mereka datang dan berdiri di depan raja.

3

Kemudian raja berkata kepada mereka, “Aku mempunyai mimpi yang mengganggu aku. Aku ingin mengetahui arti mimpi itu.”

4

Kemudian orang Kasdim itu menjawab raja. Mereka berbahasa Aram dan berkata, “Raja, hiduplah selamanya. Ceritakanlah mimpimu kepada kami hambamu, dan kami akan memberitahukan artinya kepadamu.”

5

Kemudian Raja Nebukadnezar berkata kepada mereka, “Tidak, kamu harus memberitahukan mimpi itu kepadaku, dan kemudian terangkan artinya. Jika kamu tidak bisa, aku akan menyuruh orang memotong-motong kamu. Dan aku menyuruh agar rumahmu dihancurkan sampai semuanya menjadi debu dan abu.

6

Jika kamu mengatakan mimpiku dan mengartikannya, aku memberikan hadiah, penghargaan, dan hormat yang besar kepadamu. Jadi, beritahukanlah kepadaku mimpiku dan artinya.”

7

Orang bijak itu berkata lagi kepada raja, “Tuan, tolonglah ceritakan mimpimu kepada kami, dan kami akan memberitahukan artinya.”

8

Kemudian Raja Nebukadnezar menjawab, “Aku tahu kamu mencoba mengulur waktu. Kamu tahu maksudku dan perkataanku.

9

Kamu tahu kamu akan dihukum jika tidak memberitahukan mimpiku. Jadi, kamu semua telah setuju menipuku. Kamu berharap waktu yang lebih lama sehingga aku melupakan yang harus kulakukan. Sekarang beritahukanlah mimpiku. Jika kamu dapat mengatakannya, aku tahu bahwa kamu dapat mengatakan arti sesungguhnya.”

10

Orang Kasdim itu menjawab raja, katanya, “Tidak ada seorang pun di dunia yang dapat melakukan yang raja minta. Tidak ada raja yang pernah meminta orang bijak atau ahli nujum atau orang Kasdim untuk melakukan hal seperti itu. Bahkan raja terbesar dan yang paling berkuasa pun belum pernah meminta orang bijak melakukan seperti itu.

11

Raja meminta sesuatu yang sangat sukar dikerjakan. Hanya Allah yang dapat memberitahukan kepada raja mimpi dan artinya, tetapi Allah tidak tinggal bersama manusia.”

12

Ketika raja mendengar itu, ia sangat marah. Jadi, ia menyuruh semua orang bijak di Babel supaya dibunuh.

13

Raja Nebukadnezar memberi pengumuman agar semua orang bijak yang ada dibunuh. Pelayan raja disuruh mencari Daniel dan teman-temannya untuk membunuh mereka.

14

Ariokh adalah pemimpin para wali raja. Ia pergi membunuh orang bijak di Babel, tetapi Daniel berbicara kepadanya. Daniel berkata dengan sopan kepada Ariokh,

15

katanya, “Mengapa raja mengeluarkan hukuman yang sangat keras?” Kemudian Ariokh menerangkan semua cerita tentang mimpi raja, dan Daniel memahaminya.

16

Ketika Daniel mendengar cerita itu, ia pergi kepada Raja Nebukadnezar. Daniel memohon kepada raja untuk memberikan sedikit waktu lagi, sehingga ia dapat memberitahukan arti mimpi itu kepada raja.

17

Jadi, Daniel pulang ke rumahnya. Ia menceritakan semua cerita itu kepada temannya Hananya, Misael, dan Azarya.

18

Daniel meminta teman-temannya untuk berdoa kepada Allah yang di surga, agar Allah bermurah hati kepada mereka dan menolong mereka memahami rahasia itu. Kemudian Daniel dan teman-temannya tidak dibunuh beserta orang bijak lainnya yang ada di Babel.

19

Pada malam itu, Allah menunjukkan rahasia kepada Daniel dalam sebuah penglihatan. Kemudian Daniel memuji Allah di surga.

20

Ia berkata, “Terpujilah nama Allah selama-lamanya. Kuasa dan hikmat adalah milik-Nya

21

Ia mengubah waktu dan musim. Ia memberi kuasa kepada raja-raja dan mengambil kuasa dari mereka. Ia memberikan hikmat kepada orang sehingga mereka menjadi bijak. Ia membiarkan orang mempelajari banyak hal dan menjadi bijak.

22

Ia mengetahui rahasia yang tersembunyi yang sulit dimengerti. Terang tinggal bersama-Nya, Ia mengetahui yang ada di dalam gelap dan di tempat tersembunyi.

23

Allah nenek moyangku, aku bersyukur dan memuji-Mu. Engkau memberi hikmat dan kuasa kepadaku. Engkau memberitahukan kepada kami yang kami tanya. Engkau memberitahukan tentang mimpi raja kepada kami.”

24

[Daniel Memberitahukan Arti Mimpi Raja] Kemudian Daniel pergi kepada Ariokh, orang yang telah dipilih Raja Nebukadnezar untuk membunuh orang bijak di Babel. Daniel berkata kepadanya, “Jangan bunuh orang bijak di Babel. Bawa aku kepada raja. Aku akan memberitahukan arti mimpinya.”

25

Dengan segera, Ariokh membawa Daniel kepada raja. Ariokh berkata kepada raja, “Aku telah bertemu dengan seorang laki-laki dari antara tawanan dari Yehuda yang dapat memberitahukan arti mimpi Raja.”

26

Raja bertanya kepada Daniel yang bernama Beltsazar, katanya, “Dapatkah engkau mengatakan kepadaku tentang mimpiku dan artinya?”

27

Daniel menjawab, “Raja Nebukadnezar, tidak ada orang bijak, ahli nujum, maupun orang Kasdim yang dapat menceritakan kepada Raja rahasia yang ditanyakan itu,

28

tetapi ada Allah di surga yang mengatakan rahasia. Allah memberikan mimpi kepada Raja Nebukadnezar untuk menunjukkan yang akan terjadi kelak. Inilah mimpimu dan inilah yang Tuan lihat ketika terbaring di tempat tidur:

29

Tuan, ketika engkau terbaring di tempat tidurmu, engkau mulai memikirkan yang terjadi di masa yang akan datang. Allah dapat memberitahukan tentang hal yang rahasia kepada manusia — dan Dia memperlihatkan kepadamu yang terjadi kelak.

30

Allah juga memberitahukan rahasia itu kepadaku. Bukan karena aku memperoleh hikmat yang lebih besar dibandingkan orang lain. Tidak. Allah memberitahukan kepadaku rahasia itu supaya engkau, Raja, mengetahui artinya. Dengan demikian, engkau mengerti yang melintas dalam pikiranmu.

31

Raja, dalam mimpimu engkau melihat patung yang besar di hadapanmu. Patung itu sangat besar dan bercahaya dan sangat berkesan.

32

Kepala patung itu terbuat dari emas murni. Dada dan tangannya terbuat dari perak. Perut dan bagian atas pahanya dari tembaga.

33

Pahanya terbuat dari besi, sebagian kakinya terbuat dari besi dan sebagian dari tanah liat.

34

Saat engkau memandang patung itu, engkau melihat sebuah batu. Batu itu terlepas, tetapi bukan karena tangan manusia. Kemudian batu itu menimpa kaki patung yang terbuat dari besi dan tanah liat itu. Batu itu meremukkan kaki patung.

35

Kemudian besi, tanah liat, tembaga, perak, dan emas hancur berkeping-keping pada saat yang bersamaan. Dan semua potongan itu menjadi seperti sekam di pengirikan tepung pada musim panas. Angin menghembuskannya dan tidak ada lagi yang tersisa. Tidak seorang pun yang dapat menceritakan bahwa patung itu pernah ada di sana. Kemudian batu yang menimpa patung itu menjadi sebesar gunung dan memenuhi seluruh bumi.

36

Itulah mimpimu. Sekarang aku memberitahukan artinya kepada Raja.

37

Raja, engkau adalah raja yang sangat penting. Allah surgawi memberikan kepadamu kerajaan, kuasa, kekuatan, dan kemuliaan.

38

Ia telah memberi kendali kepadamu dan engkau memerintah atas manusia, binatang buas, dan burung-burung. Di mana pun mereka tinggal, Allah telah menjadikanmu berkuasa atasnya semua. Raja Nebukadnezar, engkaulah kepala emas pada patung itu.

39

Kerajaan lain akan datang setelah engkau, tetapi tidak sebesar kerajaanmu. Kemudian kerajaan yang ketiga memerintah di atas bumi — itulah bagian yang terbuat dari tembaga.

40

Kemudian ada kerajaan yang keempat. Kerajaan itu sekuat besi. Dan saat besi itu hancur dan berkeping-keping, kerajaan yang keempat menghancurkan kerajaan yang lain dan meremukkannya menjadi kepingan.

41

Engkau melihat bahwa kaki dan jari-jari kaki patung itu, sebagian terdiri dari tanah liat dan sebagian dari besi. Itu berarti, kerajaan keempat akan terbagi. Kerajaan itu mempunyai sedikit kekuatan besi karena Tuan lihat besi bercampur dengan tanah liat.

42

Jari-jari kaki patung itu sebagian terdiri dari besi dan sebagian dari tanah liat. Jadi, kerajaan keempat sebagian kuat seperti besi dan sebagian lemah seperti tanah liat.

43

Engkau melihat besi bercampur tanah liat, tetapi besi dan tanah liat tidak dapat bercampur secara sempurna. Dengan cara yang sama, orang-orang pada kerajaan yang keempat adalah campuran. Mereka tidak disatukan.

44

Selama masa pemerintah kerajaan keempat, Allah surgawi membangkitkan kerajaan lain yang ada selama-lamanya. Kerajaan itu tidak binasa dan akan menjadi kerajaan yang tidak dapat diberikan kepada kelompok lain. Kerajaan itu meremukkan semua kerajaan lain, yang akan membawa mereka kepada kesudahannya, tetapi kerajaan itu sendiri tetap untuk selamanya.

45

Raja Nebukadnezar, engkau melihat batu yang terpotong dari gunung, tetapi tidak ada yang memotong batu itu. Batu itu menghancurkan besi, tembaga, tanah liat, perak, dan emas menjadi berkeping-keping. Dengan cara yang sama, Allah menunjukkan kepadamu yang terjadi kelak. Mimpimu itu benar dan engkau dapat mempercayai artinya.”

46

Kemudian Raja Nebukadnezar sujud di hadapan Daniel untuk menghormatinya. Raja memuji Daniel. Ia memberi perintah agar memberikan persembahan dan kemenyan menghormati Daniel.

47

Kemudian raja berkata kepada Daniel, “Aku yakin Allahmu adalah Allah di atas segala allah dan Tuhan atas semua raja. Ia memberi tahu manusia tentang sesuatu yang tidak diketahuinya. Aku tahu itu benar karena engkau dapat mengungkapkan kepadaku rahasia itu.”

48

Kemudian raja memberi tugas yang sangat penting di kerajaannya kepada Daniel juga hadiah yang mahal. Nebukadnezar mengangkat Daniel menjadi gubernur seluruh propinsi di Babel. Dan dia menempatkan Daniel sebagai kepala atas semua orang bijak di Babel.

49

Daniel memohon kepada raja agar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjadi pegawai penting di Propinsi Babel. Raja mengabulkannya. Daniel sendiri menjadi orang terpenting yang selalu ada di dekat raja.

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin