Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005
← 35

Yesaya 36

37 →
1

[Orang Asyur Menyerbu Yehuda] Pada tahun keempat belas pemerintahan Raja Hizkia, Sanherib raja Asyur menyerbu semua kota berbenteng Yehuda dan menguasainya.

2

Sanherib mengutus komandannya bersama sejumlah pasukan kepada Raja Hizkia di Yerusalem. Komandan dan pasukannya meninggalkan Lakhis dan pergi ke Yerusalem. Mereka berhenti dekat saluran Kolam Atas, di jalan menuju ke Ladang Tukang Cuci Kain.

3

Tiga orang dari Yerusalem pergi ke luar berbicara dengan komandan. Mereka ialah Elyakim anak Hilkia, Yoab anak Asaf, dan Sebna. Elyakim ialah kepala istana, Yoab bendahara, dan Sebna sekretaris kerajaan.

4

Komandan berkata kepada mereka, “Katakan kepada Hizkia, inilah perkataan raja besar, raja Asyur: ‘Apa yang kamu yakini untuk menolongmu?

5

Aku mengatakan kepadamu bahwa kamu percaya pada kuasa dan rencana besar perang, lalu hal itu tidak berguna. Hal itu tidak berarti kecuali kata-kata kosong. Sekarang Aku bertanya kepadamu, siapa yang kamu sangat percayai sehingga kamu mau melawan aku?

6

Apakah kamu bergantung pada Mesir untuk menolongmu? Mesir seperti tongkat jalan yang retak. Jika kamu bersandar padanya, hanya akan menusuk dan melukaimu. Firaun raja Mesir tidak dapat dipercayai oleh siapa pun yang bergantung padanya minta tolong.

7

Mungkin engkau akan mengatakan, “Kami percaya kepada TUHAN Allah kami untuk menolong kami.” Aku tahu bahwa Hizkia telah membinasakan mezbah dan tempat-tempat tinggi, tempat penyembahan orang kepada Tuhan. Hizkia berkata kepada orang Yehuda dan Yerusalem, “Kamu harus menyembah hanya pada satu mezbah yang ada di Yerusalem.”

8

Jika engkau masih mau berperang, tuanku raja Asyur akan membuat Perjanjian dengan engkau. Aku berjanji bahwa aku akan memberikan 2.000 kuda kepadamu, jika engkau sanggup menyediakan orang untuk menjadi penunggang ke peperangan.

9

Bahkan Engkau tidak dapat memberikan kepadaku seorang untuk berperang melawan yang terkecil dari orang-orangnya tuanku, jadi mengapa engkau percaya pada kereta perang dan kuda dari Mesir?

10

Sekarang apakah kamu kira aku datang ke negeri ini untuk membinasakannya tanpa pertolongan TUHAN? Tidak, TUHAN telah mengatakan kepadaku, “Pergilah melawan negeri itu dan binasakanlah itu!”’”

11

Kemudian Elyakim anak Hilkia, Sebna, dan Yoah berkata kepada komandan itu, “Berbicaralah kepada kami dalam bahasa Aram. Kami mengerti bahasa itu. Janganlah berbicara dalam bahasa Yehuda karena orang di atas tembok dapat mengerti.”

12

Komandan mengatakan, “Tuanku mengutus aku hanya berbicara dengan kamu dan tuanmu. Aku juga disuruh berbicara kepada orang yang duduk di atas dinding. Mereka tidak akan mempunyai cukup makanan atau air; mereka juga akan memakan kotorannya sendiri dan meminum air kencingnya sendiri sama seperti kamu.”

13

Kemudian komandan berteriak dalam bahasa Ibrani,

14

“Dengarkan pesan dari raja besar, raja Asyur, Jangan biarkan Hizkia membodohimu. Ia tidak dapat menyelamatkan kamu dari kuasaku.

15

Jangan biarkan Hizkia membujuk kamu percaya kepada TUHAN. Hizkia mengatakan, ‘TUHAN akan menyelamatkan kita. Raja Asyur tidak akan mengalahkan kota ini.’

16

Jangan dengarkan Hizkia. Raja Asyur mengatakan ini, ‘Lakukanlah hal ini bagiku; datanglah kepadaku dan setiap orang akan bebas memakan buah anggur dari kebunnya sendiri, buah ara dari pohon aranya sendiri, dan air dari sumurnya sendiri.

17

Kamu dapat melakukan itu hingga aku datang dan membawamu ke negeri seperti milikmu sendiri. Di negeri yang baru itu, kamu akan mempunyai anggur yang baik, anggur baru, roti, dan kebun anggur.’

18

Jangan biarkan Hizkia mengubah pikiranmu apabila ia mengatakan, ‘TUHAN akan menyelamatkan kita.’ Apakah ada dari antara dewa bangsa-bangsa lain menyelamatkan tanah mereka dari raja Asyur?

19

Di manakah dewa-dewa Hamat dan Arpad? Di manakah dewa-dewa Sefarwaim? Apakah dewa-dewa itu menyelamatkan Samaria dari kuasaku?

20

Apakah ada dari dewa-dewa di negeri-negeri lain menyelamatkan tanah mereka dari aku? Jadi, mengapa kamu pikir TUHAN akan menyelamatkan Yerusalem dari aku?”

21

Orang berdiam diri. Mereka tidak mengatakan sesuatu kata kepada komandan karena Raja Hizkia telah memberikan perintah kepada mereka. Ia telah mengatakan, “Jangan katakan sesuatu kepadanya.”

22

Kemudian kepala istana (Elyakim anak Hilkia), sekretaris kerajaan (Sebna), dan bendahara (Yoab anak Asaf) pergi kepada Hizkia. Pakaian mereka telah robek-robek menunjukkan bahwa mereka sedih. Mereka mengatakan kepada Hizkia segala sesuatu yang telah dikatakan oleh komandan orang Asyur.

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin