Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005
← 16

1 Raja 17

18 →
1

[Elia dan Musim Kemarau] Elia adalah nabi dari kota Tisbe di Gilead. Elia berkata kepada Raja Ahab, “Aku mengabdi kepada TUHAN Allah Israel. Demi kuasa-Nya, aku berjanji bahwa tidak ada embun atau hujan pada tahun-tahun yang akan datang. Hujan akan turun hanya jika aku menyuruhnya turun.”

2

Kemudian datanglah perkataan TUHAN kepada Elia,

3

“Tinggalkanlah tempat itu dan pergi ke timur. Bersembunyilah dekat Sungai Kerit, sebelah timur Sungai Yordan.

4

Engkau dapat minum dari sungai itu. Aku telah memerintahkan burung-burung gagak untuk membawa makanan bagimu ke tempat itu.”

5

Elia melaksanakan yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Ia pergi dan tinggal dekat Sungai Kerit, sebelah timur Sungai Yordan.

6

Burung-burung gagak membawa makanan kepadanya setiap pagi dan setiap petang. Dia minum air dari sungai itu.

7

Hujan tidak turun, jadi setelah beberapa waktu sungai kering.

8

Kemudian TUHAN berkata kepada Elia,

9

“Pergilah ke Sarfat di Sidon dan tinggallah di sana. Aku telah memerintahkan seorang janda di sana untuk memberi makanan kepadamu.”

10

Jadi, berangkatlah Elia ke Sarfat. Ketika dia sampai di pintu gerbang kota, ada seorang perempuan di sana. Suaminya telah mati. Ia sedang mengumpulkan kayu bakar. Elia berkata kepadanya, “Dapatkah engkau mengambil sedikit air bagiku untuk diminum?”

11

Ketika perempuan itu mau pergi mengambilnya, Elia berkata lagi, “Dan tolong bawalah juga bagiku sepotong roti.”

12

Jawab perempuan itu, “Demi TUHAN Allahmu, aku tidak mempunyai roti, kecuali segenggam tepung dalam guci. Dan aku hanya mempunyai sedikit minyak zaitun dalam kendi. Aku datang ke sini untuk mengumpulkan kayu bakar. Aku membawanya ke rumah untuk memasak makanan kami yang terakhir. Aku dan anakku akan makan, sesudah itu kami mati kelaparan.”

13

Elia berkata kepada perempuan itu, “Jangan khawatir. Pulanglah dan masak makananmu seperti yang kaukatakan. Pertama-tama buatlah sepotong roti kecil dari yang ada padamu lalu bawalah itu kepadaku. Kemudian masaklah untukmu dan anakmu.

14

TUHAN Allah Israel mengatakan, ‘Tepung dalam guci itu tidak akan habis dan minyak dalam kendi tidak pernah kosong. Kendi itu selalu berisi minyak. Hal itu akan berlanjut hingga TUHAN menurunkan hujan ke tanah.’”

15

Perempuan itu pulang. Dia melakukan yang dikatakan Elia kepadanya. Elia, perempuan itu, dan anaknya mempunyai cukup makanan selama beberapa hari.

16

Tepung dalam guci dan minyak dalam kendi tidak pernah kosong sesuai dengan perkataan TUHAN, yang disampaikan-Nya melalui Elia.

17

Beberapa waktu kemudian anak janda itu sakit. Penyakitnya bertambah parah dan akhirnya anak itu tidak bernafas.

18

Dan perempuan itu berkata kepada Elia, “Engkau abdi Allah. Dapatkah engkau menolong aku? Atau apakah engkau datang kemari hanya supaya aku mengingat semua dosaku? Apakah engkau datang kemari supaya anakku mati?”

19

Elia berkata kepadanya, “Bawalah anakmu itu kepadaku.” Elia mengambil anak itu dari ibunya, dan dibawanya ke kamar tingkat atas, lalu membaringkannya ke tempat tidurnya semula.

20

Kemudian Elia berdoa, “Ya TUHAN Allahku. Janda ini membiarkan aku tinggal di rumahnya. Apakah Engkau melakukan hal yang buruk ini terjadi padanya? Apakah Engkau membuat anaknya mati?”

21

Kemudian Elia membungkukkan dirinya ke atas tubuh anak itu sampai tiga kali sambil berdoa, “Ya TUHAN Allahku, biarlah anak ini hidup kembali.”

22

TUHAN mendengar doa Elia, Anak itu mulai lagi bernafas dan dia hidup.

23

Elia membawa anak itu turun. Dia menyerahkannya kepada ibunya dan berkata, “Lihatlah, anakmu hidup.”

24

Berkatalah perempuan itu, “Sekarang aku tahu bahwa engkau sungguh-sungguh nabi Allah. Aku tahu bahwa TUHAN sungguh berbicara melalui engkau.”

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin