Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Alkitab Indonesia 2005
← 2

2 Samuel 3

4 →
1

[Perang Antara Israel dan Yehuda] Peperangan antara keluarga Saul dan keluarga Daud berlangsung lama. Pihak Daud makin lama makin kuat, sedangkan pihak Saul makin melemah.

2

[Keenam Anak Daud Lahir di Hebron] Beberapa anak Daud lahir di Hebron. Anak yang pertama Amnon dari Ahinoam, perempuan dari Yizreel.

3

Anak kedua ialah Kileab dari Abigail, janda dari Nabal asal Karmel. Anak yang ketiga Absalom dari ibunya Maakha anak Talmai raja Gesur.

4

Anak yang keempat Adonia dari ibunya Hagit; yang kelima Sefaca anak dari ibunya Abital.

5

Anak yang keenam Yitream dari ibunya Egla istri Daud. Semua anak itu lahir di Hebron.

6

[Abner Memutuskan untuk Bergabung dengan Daud] Kedudukan Abner semakin kuat dalam keluarga besar Saul selama peperangan berlangsung antara keluarga Saul dan keluarga Daud.

7

Saul mempunyai seorang istri bernama Rizpa anak Aya. Berkatalah Isyboset kepada Abner, “Apa sebabnya engkau mengadakan hubungan suami istri dengan istri ayahku?”

8

Bangkitlah amarah Abner karena perkataan itu. Ia berkata, “Apakah aku ini kepala anjing dari Yehuda? Aku selama ini selalu setia kepada keluarga Saul ayahmu beserta sahabat-sahabatnya. Aku tidak menyerahkan kamu ke tangan Daud dan sekarang engkau menuduh aku melakukan yang jahat.

9

Allah kiranya menghukum Abner secara keras jika aku tidak melaksanakan bagi Daud yang telah dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepadanya,

10

yakni memindahkan kerajaan dari keluarga Saul dan mendirikan takhta kerajaan Daud atas Israel dan Yehuda, dari Dan sampai Bersyeba.”

11

Dan Isyboset tidak dapat lagi berkata apa-apa kepada Abner karena dia amat takut kepadanya.

12

Abner mengirim utusannya kepada Daud dengan pesan, “Siapakah yang memerintah negeri ini? Buatlah perjanjian dengan aku, maka aku akan membantumu menjadi penguasa atas seluruh orang Israel.”

13

Jawab Daud, “Baiklah, aku akan membuat perjanjian dengan engkau, tetapi aku meminta hanya satu hal dari engkau, yaitu jangan datang kepadaku tanpa membawa Mikhal anak perempuan Saul.”

14

Daud mengirim utusan menemui Isyboset anak Saul dengan pesan, “Berikanlah kepadaku Mikhal istriku. Dia telah dijanjikan kepadaku. Aku telah membunuh 100 orang Filistin demi dia.”

15

Isyboset kemudian memerintahkan mereka untuk mengambil Mikhal dari suaminya Paltiel anak Lais.

16

Paltiel suami Mikhal mengikuti mereka, sambil menangis sepanjang jalan sampai ke Bahurim. Akhirnya Abner berkata kepadanya “Pulanglah,” maka pulanglah dia.

17

Abner mengirim pesan kepada para pemimpin Israel, katanya, “Kamu menginginkan Daud menjadi rajamu.

18

Sekarang lakukanlah itu. TUHAN telah menjanjikan tentang Daud ketika Ia berkata, ‘Melalui hamba-Ku Daud Aku akan menyelamatkan umat-Ku Israel dari tangan orang Filistin dan semua musuh mereka yang lain.’”

19

Abner mengatakan hal itu kepada Daud di Hebron dan juga kepada suku Benyamin. Hal yang disampaikan Abner kepada suku Benyamin dan kepada semua orang Israel kedengarannya baik.

20

Kemudian Abner datang kepada Daud di Hebron. Abner membawa 20 orang bersamanya. Daud mengadakan jamuan makan bagi Abner dan rombongannya.

21

Abner berkata kepada Daud, “Ya Tuan dan Rajaku, biarlah aku pergi membawa semua orang Israel kepadamu, supaya mereka membuat suatu perjanjian dengan Tuanku, dan engkau akan memerintah atas semua Israel, seperti yang diinginkan Tuanku.” Jadi, Daud membiarkan Abner pergi dengan damai.

22

[Kematian Abner] Yoab dan para komandan Daud kembali dari peperangan. Mereka membawa banyak barang rampasan dari musuh. Daud telah membiarkan Abner pergi dengan damai.

23

Yoab beserta pasukannya tiba di Hebron. Tentara itu berkata kepada Yoab, “Abner anak Ner telah menghadap Raja Daud, dan Daud telah membiarkannya pergi dengan damai.”

24

Yoab pergi menghadap raja dan berkata, “Apakah yang telah kauperbuat? Abner datang menghadapmu, tetapi engkau membiarkan dia pergi tanpa menyakitinya.

25

Apakah engkau tidak menyadari bahwa Abner anak Ner itu datang menipu engkau dengan mengamati segala gerak-gerikmu serta mengetahui segala rencanamu?”

26

Yoab meninggalkan Daud dan mengirim utusan kepada Abner di sumur Sira. Utusan itu membawa Abner kembali tanpa sepengetahuan Daud.

27

Ketika Abner sampai di Hebron, Yoab menemuinya ke pintu gerbang, menariknya ke samping untuk berbicara secara pribadi dengan dia, lalu menikam perutnya, sebagai pembalasan atas kematian Asael adiknya, maka matilah Abner.

28

[Daud Menangisi Abner] Kemudian Daud mendengar kejadian itu lalu mengatakan, “Kerajaanku dan aku tidak bersalah atas kematian Abner anak Ner itu. TUHAN mengetahuinya.

29

Yoab dan seluruh keluarganya bertanggung jawab atas kejadian itu, dan mereka akan terkutuk. Banyak kesusahan akan terjadi atas keluarga Yoab. Orangnya menderita penyakit kusta, lumpuh, terbunuh dalam peperangan, dan kelaparan.”

30

Yoab dan saudaranya Abisai telah membunuh Abner karena Abner telah membunuh Asael saudara mereka dalam pertempuran di Gibeon.

31

Daud berkata kepada Yoab dan seluruh rakyat yang bersama dia, “Robeklah pakaianmu dan pakai pakaian berkabung. Tangisilah Abner.” Raja Daud berjalan mengikuti mayatnya sepanjang jalan sampai ke kuburan. Mereka menguburkan Abner di Hebron. Raja berteriak dan menangis di atas kuburan Abner dan demikian juga umat itu.

32

(3:31)

33

Raja Daud menyanyikan ratapan ini pada acara penguburan Abner: “Apakah Abner harus mati seperti seorang yang tidak patuh pada hukum?

34

Ya Abner, tanganmu tidak diikat, kakimu tidak dirantai. Tidak, Abner, orang jahat membunuhmu.” Kemudian semua orang menangis lagi karena Abner.

35

Sepanjang hari rakyat datang menawarkan kepada Daud untuk makan sesuatu, namun Daud bersumpah dan berkata, “Kiranya Allah menghukum aku jika aku memakan roti atau apa pun sebelum matahari terbenam.”

36

Semua orang melihat hal itu dan menyetujui tindakan Raja Daud.

37

Seluruh orang Yehuda dan Israel mengerti bahwa Raja Daud tidak membunuh Abner anak Ner itu.

38

Raja Daud berkata kepada para komandannya, “Kamu tahu bahwa seorang pemimpin penting di Israel telah meninggal.

39

Dan pada hari itulah aku diurapi menjadi raja. Anak-anak Zeruya menyebabkan banyak kesulitan bagiku. Kiranya TUHAN sajalah yang memberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya.”

Indonesian Bible 2005
© 2005 oleh World Bible Translation Center, Inc. dan dipakai dengan Izin